Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 172 Mengajarkan Bersyukur sebagai Ibadah

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 614 2594334 tafsir-surat-al-baqarah-ayat-172-mengajarkan-bersyukur-sebagai-ibadah-w1ozjG3Hl9.jpg Ilustrasi tafsir Surat Al Baqarah Ayat 172. (Foto: Pok Rie/Pexels)

SURAT Al Baqarah Ayat 172 mengajarkan kepada umat manusia bagaimana bersyukur menjadi sebuah ibadah. Bunyi firman Allah Subhanahu wa ta'ala terkait hal tersebut yaitu:

يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah." (QS Al Baqarah: 172)

Dari ayat di atas menggambarkan bagaimana ketika kita bersyukur sama dengan kita melaksanakan perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebaliknya, apabila kita tidak bersyukur diibaratkan kita tengah membangkang atas perintah Allah.

Menurut Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 172 dalam Tafsir As-Sa'di ayat tersebut berisi perintah secara khusus untuk kaum muslim dan manusia pada umumnya untuk senantiasa bersyukur.

Adapun manfaat dari perintah-perintah Allah yakni memakan rizki dari Allah, memanfaatkan nikmat-nikmat Allah untuk menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah dan taqwa dengan nikmat nikmat tersebut yang dapat menyampaikan kepada hakikat syukur.

Maka Allah memerintahkan kepada mereka apa yang diperintahkan kepada para Nabi dalam Firman-Nya: "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Mu’minun: 51)

Dalam ayat ini juga, Allah ingin mengingatkan bahwa memakan hal-hal yang baik adalah penyebab amal sholeh dan diterimanya amal tersebut. Mengapa kita diperintahkan untuk bersyukur?

Karena dengan bersyukur akan memelihara kenikmatan yang ada tersebut, dan akan memunculkan kenikmatan-kenikmatan yang sebelumnya tidak ada, sebagaimana sikap kufur nikmat akan menjauhkan kenikmatan yang tidak ada dan menghilangkan kenikmatan yang telah ada.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi mengatakan, pada ayat sebelumnya telah dijelaskan keadaan orang-orang kafir yang taqlid terhadap nenek moyangnya dalam hal kesyirikan dan pengharaman terhadap hewan-hewan yang dihalalkan oleh Allah, yaitu dengan menetapkan adanya hewan saaibah, haam, dan bahiirah untuk sesembahan mereka.

Allah Ta’ala menyeru hamba-hamba Nya yang mukmin,”Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan sesembahannya, mengakui Islam sebagai agamanya, dan mengakui Muhammad adalah nabinya, makanlah makanan yang baik dari rizki yang Aku anugerahkan kepada kalian.

Dan bersyukurlah kepada Allah tuhan kalian yang telah memberikan nikmat berupa daging-daging yang halal. Janganlah kalian mengharamkannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. Pelajaran dari Surat Al Baqarah Ayat 172 dianjurkan untuk makan makanan yang baik dan halal, yang berasal dari rizki Allah tanpa berlebih-lebihan.

Ketika kita mengakui datangnya nikmat dari Allah, kita juga memujinya an tidak menggunakan nikmat itu untuk kemaksiatan, sesungguhnya itu merupakan kewajiban bersyukur kepada Allah.

Itulah kandungan dari Surat Al Baqarah Ayat 172, ternyata saat kita bersyukur sesungguhnya kita juga sedang beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini