Bolehkah Mengerjakan Sholat Dhuha secara Berjamaah?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 330 2592135 bolehkah-mengerjakan-sholat-dhuha-secara-berjamaah-Wbgsge2yTx.jpg Ilustrasi sholat dhuha. (Foto: Freepik)

SHOLAT dhuha adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dilakukan setiap pagi. Sholat bisa dikerjakan dua rakaat atau lebih. Dimulai saat awal waktu siang yakni ketika matahari terbit hingga menjelang Sholat Dzuhur.

Sholat dhuha dilaksanakan minimal dua rakaat. Tapi bila ingin melasakan sholat dhuha lebih dari dua rakaat diperbolehkan saja. Bahkan, ulama menyarankan untuk menjalankan sholat dhuha sebanyak empat rakaat.

Baca juga: Ketahui Waktu Terbaik Sholat Dhuha di Bulan Syawal 

Lantas, bolehkah menjalankan sholat dhuha secara berjamaah? Apa hukum melakukannya?

Dikutip dari Muslim.or.id, sholat dhuha secara berjamaah diperbolehkan, tapi cukup sesekali saja. Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan:

لا بأس أن يصلي الجماعة بعض النوافل جماعة ولكن لا تكون هذه سنة راتبة كلما صلوا السنة صلوها جماعة

"Tidak mengapa melaksanakan sebagian sholat sunah secara berjamaah, namun hendaknya tidak dijadikan kebiasaan yang dirutinkan sehingga terus-menerus sholat sunah berjamaah." (Majmu’ Fatawa war Rasa’il, 14/335)

Baca juga: Bacaan Sholat Dhuha Lengkap Arab, Latin, Terjemahan, dan Isi Kandungan 

Jika sholat dhuha dilaksanakan secara berjamaah maka dilakukan dengan bacaan yang sirr (lirih). Syekh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

أما الصلاة النهارية كصلاة الضحى والرواتب وصلاة الظهر والعصر , فإن السنة فيها الإسرار

"Adapun sholat-sholat yang dilakukan di siang hari, seperti sholat dhuha, sholat rawatib, sholat dhuhur, sholat ashar, disunahkan dilakukan dengan sirr (lirih)." (Fatawa Ibnu Baz, 11/207)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara sholat dhuha sama sebagaimana tata cara sholat lainnya. Dikerjakan dengan dua rakaat, dan ada salam setiap dua rakaat.

Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

صلاةُ اللَّيلِ والنَّهارِ مَثنَى مَثنَى

"Sholat (sunah) di malam dan siang hari, dua rakaat-dua rakaat." (HR Abu Dawud nomor 1295, An-Nasa'i 1665, dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Baca juga: Tata Cara Sholat Dhuha, Simak Yuk! 

Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan:

ويقرأ فيها ما تيسر سوراً أو آيات ليس فيها شيء مخصوص، يقرأ فيها ما تيسر من الآيات أو من السور. وأقلها ركعتان تسليمة واحدة، وإن صلى أربع أو ست أو ثمانأو أكثر يسلم من كل ثنتين فكله حسن

"Dalam sholat dhuha (setelah Al Fatihah, pen) silakan membaca surat atau ayat-ayat apa saja yang dimampui, tidak ada surat atau ayat khusus yang diutamakan. Silakan membaca ayat atau surat apa saja. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dengan satu salam. Jika ingin sholat empat rakaat atau enam atau delapan rakaat, atau bahkan lebih, dengan salam di setiap dua rakaat, maka ini semua baik." (Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/10014)

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini