Virus Corona Menyebar ke Timur Tengah dan Eropa, WHO Waspadai Dampaknya

 Virus Corona Menyebar ke Timur Tengah dan Eropa, WHO Waspadai Dampaknya

Virus Corona Menyebar ke Timur Tengah dan Eropa, WHO Meminta Agar Negara Timur Tengah Mewaspadai Dampaknya

HIDAYATUNA.COM – Ketika temuan korban kematian dan infeksi terbaru dari virus corona ditemukan di Timur Tengah dan Eropa, The World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa wabah tersebut belum mencapai tingkat pandemi, tetapi mereka juga tetap memperingatkan bahwa semua negara di dunia untuk meningkatkan kesiagaannya dalam menghadapi skenario seperti itu.

Pada hari Senin, Direktur Jenderal WHO mengatakan bahwa jumlah korban yang terinfeksi di China, negara yang menjadi asal dari virus tersebut, telah menurun sejak awal bulan Februari, sebuah angka yang membuktikan bahwa virus itu telah bisa dibatasi penyebarannya. Namun dia juga menambahkan bahwa mereka merasa sangat prihatin dengan ditemukannya penyebaran wabah virus corona di negara-negara seperti Korea Selatan, Iran, dan Italia.

“Untuk saat ini, kami tidak melihat adanya penyebaran secara global yang tak terkendali dari virus corona ini, dan kami belum menyaksikan adanya sakit parah atau kematian dalam skala besar,” kata Direktur Jenderal dari WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepada wartawan di Jenewa.

“Apa yang kami lihat adalah adanya sebuah epidemi di berbagai belahan dunia, yang mempengaruhi negara-negara itu dengan cara yang berbeda, dan memerlukan respon-respon sesuai,” tambahnya.

Komentar dari Direktur Jenderal WHO itu muncul ketika para pejabat di Eropa dan Timur Tengah sedang saling berlomba untuk membatasi penyebaran wabah virus corona di negara mereka, yang dikhawatirkan nantinya dapat mengakibatkan perlambatan ekonomi global karena pencemaran pasar saham mereka.

Di Italia, dimana telah terdapat lebih dari 200 orang yang terinfeksi dan tujuh kematian akibat virus corona, pihak berwenangnya telah memasang penghalang-penghalang di jalan, membatalkan jadwal-jadwal pertandingan sepak bola, mengisolasi kota-kota yang telah terkena dampak terburuk, dan melarang adanya perkumpulan banyak orang di di satu tempat.

Mohammed Jamjoom dari Al Jazeera, yang melaporkan dari pusat kota Milan di Italia, mengatakan bahwa meskipun tampak adanya rasa khawatir disana, tetapi belum sampai ke tingkat munculnya kepanikan.

“Semua orang telah mengambil tindakan pencegahan, tetapi mereka masih tetap keluar di jalan seperti biasanya,” katanya.

“Setelah semua yang dikatakan dan didengar, orang-orang merasa khawatir karena munculnya beberapa kasus (virus corona) pada minggu lalu, dan dalam beberapa hari terakhir kasus itu telah meningkat dengan tajam,” tambahnya.

Di Iran, pemerintah telah melaporkan adanya 12 orang yang telah meninggal secara nasional akibat virus corona. Sementara lima negara tetangganya, Irak, Kuwait, Bahrain, Oman dan Afghanistan, telah melaporkan adanya kasus-kasus perdana yang diakibatkan oleh virus tersebut, dengan mereka semua yang terinfeksi memiliki hubungan dengan Iran.

Sementara itu, di Korea Selatan, telah dilaporkan adanya 231 kasus terbaru dari virus corona, dengan total sampai saat ini menjadi 833. Banyak dari kasus-kasus itu terjadi di Daegu, kota terbesar keempat di Korea Selatan, yang saat ini kotanya menjadi lebih terisolasi dengan adanya Asiana Airlines dan Korean Air yang menangguhkan semua jadwal penerbangannya disana sampai pada bulan depan. Mongolia sebelumnya juga telah mengumumkan tidak akan mengizinkan seluruh penerbangan yang berasal dari Korea Selatan untuk mendarat di negaranya. (Aljazeera.com).

Redaksi

Terkait

Leave a Reply