Viral Pernikahan dengan Mahar Google Adsense, Mempelai: Nggak Nyangka

 Viral Pernikahan dengan Mahar Google Adsense, Mempelai: Nggak Nyangka

Viral Pernikahan dengan Mahar Google Adsense, Mempelai: Nggak Nyangka

HIDAYATUNA.COM – Hafli Candra Birawa mengaku tidak menyangka tulisannya di blog mengenai mahar pernikahannya akan menjadi viral.

Pernikahan Candra dengan istrinya Mufidatul Khairiyah yang dilangsungkan beberapa waktu lalu memang sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pernikahan keduanya mencuri perhatian dan menjadi viral lantaran mahar yang diberikan Candra untuk meminang Mufida terkesan tidak biasa.

Bukan berupa uang tunai dan emas, Candra memberikan mahar berupa Google Adsense dan hosting unlimited untuk istrinya.

“Benar-benar tidak menyangka. Tapi berkat share dari rekan-rekan, kemudian ada beberapa media yang meliput dan minta wawancara. Itu pun saya juga cukup kaget, kok bisa ada media yang tahu. Tapi ya sudahlah, konsekuensi menjadi blogger memang harus siap publikasi, jadi disyukuri saja. Semoga menginspirasi yang lain,” kata Candra dikutip dari Wolipop, Jum’at (7/8/2020).

Cerita pernikahan Candra dengan mahar unik tersebut lekas viral setelah Candra yang merupakan seorang blogger menulis kisah itu di blognya.

Mahar atau mas kawin Google Adsense dan hosting unlimited itu diberikannya pada istrinya Mufida di hari pernikahan mereka yang digelar pada hari Minggu (2/8/2020) lalu, di kampung halaman keduanya di Ngetrep, Sekaran, Kayen Kidul, Kediri, Jawa Timur.

“Saya memberikan Google Adsense $200 dan Hosting Unlimited selamanya (selama hidup). Dan sudah menjadi nadzar saya, mengajarkan ilmu blogger ke istri saya, dari dasar sampai expert,” ujarnya.

Candra diketahu telah mulai menulis blog sejak 2013. Namun dia baru benar-benar serius menekuni dunia blog pada 2015. Dia kemudian mendirikan komunitas Blogger Jakarta pada 2016.

Tidak hanya soal mahar, awalnya Candra juga telah merencanakan untuk memakai konsep blogger dalam pernikahannya. Mulai dari dekorasi, baju pengantin, souvernir, hingga undangan. Namun karena pandemi Covid-19, akhirnya dia mengurungkan niatnya dan rela menikah dengan konsep sederhana.

Candra juga mengaku telah berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan memberikan mahar unik tersebut baik terkait pandangan agama maupun terhadap keluarganya dan keluarga calon istrinya saat itu.

“Akhirnya setelah konsultasi, ternyata dibolehkan. Dia (istri) juga kaget dengan usulan saya. Khawatir keluarga besarnya bertanya-tanya tentang mahar yang saya berikan, mengingat yang menggeluti dunia digital di keluarga besar kami hanya saya seorang. Tapi berkat komunikasi yang baik, saya perlahan menjelaskan maksud dan tujuan besar saya. Alhamdulillah, diterima oleh keluarga,” tuturnya lega.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply