Universitas Tel Aviv Sebut Penelitian Anti-Yahudi Meningkat

 Universitas Tel Aviv Sebut Penelitian Anti-Yahudi Meningkat

Universitas Tel Aviv Sebut Penelitian Anti-Yahudi Meningkat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam sebuah penelitian Universitas Tel Aviv, Israel, jumlah insiden terhadap orang Yahudi meningkat tajam di tahun 2021. Kasus ini berlatar belakang anti-Semitisme atau kebencian, permusuhan atau rasisme.

Penelitian yang dilakukan Pusat Studi Yahudi Eropa Kontemporer, Universitas Tel Aviv menemukan bahwa peningkatan drastis kasus-kasus anti-Semitik antara lain terjadi di Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, Jerman dan Australia.

Dikatakan di antara pemicunya adalah gerakan politik sayap kanan dan sayap kiri radikal dan penghasutan di media sosial.

BBC melaporkan Jumat (29/04), penelitian ini diterbitkan bertepatan dengan Peringatan Hari Holokos di Israel yang dimulai Rabu (27/04) lalu.

Hasil penelitian The Anti-Semitism Worldwide Report 2021, didasarkan pada analisis puluhan studi dari seluruh dunia, juga informasi dari badan-badan penegak hukum, media dan organisasi Yahudi.

Laporan itu menyebutkan bahwa pada 2021 terdapat kenaikan yang signifikan dalam berbagai bentuk insiden anti-Semitik di sebagian besar negara yang mempunyai banyak penduduk Yahudi.

Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa di AS, yang mempunyai penduduk Yahudi terbesar di luar Israel, jumlah tindak pidana berbau kebencian terhadap Yahudi di New York da Los Angeles hampir dua kali lipat dibanding jumlah tahun sebelumnya.

Selain itu di Prancis, jumlah insiden anti-Semitik meningkat hampir 75% dibanding jumlah tahun 2020. Di Kanada, organisasi Yahudi terkemuka melaporkan adanya rekor kekerasan fisik terbanyak selama satu bulan, yakni Agustus, yang merupakan jumlah terbesar selama 40 tahun.

Di Inggris, jumlah serangan fisik terhadap orang Yahudi yang dicatat meningkat 78% dibanding 2020
Di Jerman, kasus anti-Semitik yang dilaporkan ke polisi naik 29% dari data 2020, dan naik 49% dibanding jumlah 2019.

Di Australia juga mengalami kenaikan tajam insiden anti-Semitik, 88 kasus selama bulan Mei saja- rekor bulanan sejauh ini.

Faktor lain yang dinilai turut mendorong kenaikan insiden anti-Semitik, menurut tim penyusun laporan, adalah reaksi dari pertempuran antara Israel dan kelompok-kelompok militan Palestina di Jalur Gaza pada Mei 2021.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply