Ulama Irak Dikritik Atas Klaim Virus Corona Adalah Akibat Dari LGBT

 Ulama Irak Dikritik Atas Klaim Virus Corona Adalah Akibat Dari LGBT

HIDAYATUNA.COM – Ulama Syiah Irak, Muqtada al-Sadr, telah dikritik karena klaimnya yang mengatakan bahwa pandemi virus corona muncul karena legalisasi dari pernikahan sesama jenis, atau LGBT.

Menulis di akun Twitter-nya pada hari Sabtu, al-Sadr memperingatkan bahwa wabah global yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 35.000 orang di seluruh dunia tidak akan surut kecuali pemerintah di seluruh dunia mencabut undang-undang yang telah mengesahkan pernikahan antara sesama jenis.

“Salah satu hal paling serius yang menyebabkan epidemi (virus corona) ini menyebar adalah legalisasi (dari pernikahan sesama jenis). Karena itu, saya menyerukan kepada seluruh pemerintahan (di seluruh dunia) untuk segera mencabut undang-undang ini tanpa ada penundaan,” tulisnya.

Tweet yang di post oleh al-Sadr, yang memiliki banyak pengikut di Irak, menerima lebih dari 10.000 like, tetapi ada juga sekitar 6.000 komentar yang sangat mengkritik pernyataannya.

“Seseorang, (tolong) ambil telepon itu dari tangannya,” tweet seorang aktivis, Abbas al-Wadi.

“Virus corona tidak berbahaya seperti penyataan anda,” kata Aya Mansour, seorang editor dari Iraq Media Network.

“Salah satu hal paling berbahaya yang akan menyebabkan epidemi (corona) ini menyebar adalah tweet dan kawanan Anda,” kata Ahmed Fawzi, seorang aktor dan peneliti di Albasheer Show, yang merujuk pada keputusan pengikut ulama Irak itu untuk tetap berkerumun setelah krisis tersebut diumumkan

“Sumber?” kata Ali Dab Dab, seorang aktivis dan fotografer di Irak.

Yang lain juga ikut menunjukkan bahwa tidak ada satu pun negara yang terkena dampak terburuk dari penyakit itu, seperti China, Italia dan Iran, yang telah sepenuhnya melegalkan pernikahan sesama jenis tersebut. (China memang memiliki pengakuan pernikahan sesama jenis secara terbatas, sementara Iran dan Italia memiliki ‘persatuan sipil’).

Martin Huth, duta besar Uni Eropa untuk Irak, tidak secara langsung menanggapi pernyataan dari al-Sadr, tetapi membalasa dengan men-tweet grafik tentang saran kebersihan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, kelompok hak asasi LGBT di Irak, IraQueer, telah mengutuk pernyataan tentang virus corona dari al-Sadr, dengan menuduhnya ‘sedang mempersenjatai’ rasa ketakutan dan kecemasan warga Irak akan wabah itu.

“Membuat pernyataan bodoh seperti itu tidak hanya akan membahayakan nyawa dari orang-orang LGBT, tetapi juga akan membahayakan nyawa seluruh warga Irak,” kata kelompok itu dalam pernyataannya.

“Virus corona adalah pandemi yang harus ditangani dengan serius dan secara medis, dan tweet dari Muqtada al-Sadr hanya akan mengalihkan kita dari apa yang benar-benar penting, yaitu menyelamatkan hidup rakyat Irak,” tambahnya.

Sampai saat ini, Irak telah mengkonfirmasi lebih dari 600 kasus Covid-19 dan 46 kematian, tetapi angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, karena baru sedikit warga dari negara yang memiliki populasi 40m itu telah diuji.

Status lockdown di seluruh negeri telah diumumkan hingga 11 April ke depan, dengan para warga didesak untuk tetap berada di rumah dan menerapkan rutinitas kebersihan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus.

Sumber : Middleeasteye.net

Redaksi

Terkait

Leave a Reply