TNI: Ancaman Teroisme dan Radikalisme Semakin Sulit Dihadapi

 TNI: Ancaman Teroisme dan Radikalisme Semakin Sulit Dihadapi

Tentara Nasional Indonesia atau TNI mengatakan bahwa ancaman teroisme dan radikalisme semakin sulit dihadapi saat ini

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan bahwa, dinamika perubahan fenomena global, regional, nasional yang sedemikian cepat dan dinamis telah menghadirkan berbagai ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxy dan hibrid (campuran) serta IT yang lebih sulit untuk diantisipasi.

“Ancaman tersebut muncul sebagai akibat dari berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Informasi di era Revolusi Industri 4.0,” kata Tiopan Aritonang saat membuka Rapat Kordinasi Teknis Pusat Pengendalian Operasi (Rakornis Pusdalops) tahun 2020.

Ancaman terorisme dan radikalisme, tegasnya, semakin sulit dihadapi karena adanya jaringan teknologi komunikasi yang membantu penyebaran pesan-pesan radikal ataupun perintah teror melalui jaringan Medsos.

“Sehingga mampu secara cepat menyebarkan pengaruh dan mengaktifkan sel-sel tidur di seluruh dunia demi mendukung kepentingannya,” ujarnya dalam Rakornis Pusdalops bertajuk “Melalui Rakornis Pusdalops TNI, kita Wujudkan Pusdalops TNI yang Profesional, Modern dan Mandiri guna Mendukung Keberhasilan Tugas Pok” itu.

Asops Panglima TNI menjelaskan, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah serangan siber atau cyber war yang tak kalah dahsyatnya dibandingkan dengan serangan konvensional, karena sebegitu dahsyatnya penggunaan teknologi siber saat ini dampaknya setara dengan penggunaan senjata kinetik.
“Kemudian ancaman di wilayah regional seperti konflik batas teritorial di sekitar Laut Natuna dikarenakan tindakan offensif China untuk menguasai sumber kekayaan alam di sekitar Laut China Selatan yang juga di klaim oleh beberapa negara,” kata Tiopan Aritonang.

Terkait dengan ancaman tersebut, Pusdalops TNI, Puskodal Angkatan dan Puskodal Kotamaops TNI dalam pelaksanaan tugasnya menyiapkan dukungan fasilitas komando dan pengendalian operasi TNI serta penyelenggaraan sistem informasi di lingkungan Mabes TNI dan jajarannya, serta berfungsi merencanakan dan pengembangan Komando Kendali, Komunikasi, Komputerisasi Informasi (K4I) TNI yang mampu menjamin terselenggaranya komando pengendalian terhadap satuan-satuan jajaran TNI yang sedang melaksanakan operasi.

“Guna menghadapi tantangan tugas tersebut maka Pusdalops TNI, Puskodal Angkatan dan Puskodal Kotamaops TNI, ke depan perlu meningkatkan infrastruktur, sumber daya manusia serta sistem dan metoda, dalam menjamin kesiapsiagaan operasi dan kesatuan Komando (Unity of Command),” pesan Asops Panglima TNI. (AS/hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply