Tan Sri Muhyiddin Yassin Sang PM Malaysia Ternyata Keturunan Ulama

 Tan Sri Muhyiddin Yassin Sang PM Malaysia Ternyata Keturunan Ulama

Kalian Harus Tahu Bahwa Tan Sri Muhyiddin Yassin Sang PM Malaysia Ternyata Adalah Keturunan Ulama Besar di Malaysia.

HIDAYATUNA.COM, Kuala Lumpur – Tan Sri Muhyiddin Yassin merupakan Perdana Menteri Malaysia setelah resmi dilantik tanggal 1 Maret 2020 lalu menggantikan Mohammad Mahathir yang mundur setelah dua tahun memimpin.

Muhyiddin Yassin yang disebut-sebut keturunan Indonesia menjadi PM Malaysia atas penunjukan langsung sang Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Sabtu (29/2/2020).

PM Malaysia baru tersebut ternyata anak seorang ulama ternama di Johor. Nama lengkap ulama yang menetap di Muar ini ialah Tuan Guru Haji Muhammad Yassin bin Muhammad.

Sebagaimana dilansir Facebook Perikatan Nasional, Haji Yassin diriwayatkan berasal dari Kabupaten Siak, Riau di Pulau Sumatera. Tuan Guru Haji Muhammad Yassin lahir pada tahun 1902 Masehi dan meninggal dunia ketika berusia 73 tahun di Muar, Johor.

Muhammad Yassin adalah seorang pendakwah dan guru yang sangat gigih. Dia banyak mengajar di daerah Muar seperti di Masjid Jamek Muar, Masjid Parit Jamil, Masjid Seri Menanti, Masjid Bukit Gambir, Masjid Bukit Kangkar, dan Masjid Sungei Mati Muar.

Ada kalanya dia mengajar sampai ke Chohong Melaka yang merupakan sempadan antara Melaka dan Muar. Pengajarannya kebanyakan tertumpu kepada kitab-kitab Tasawwuf dan Ilmu Tauhid.

Tuan Guru Haji Muhammad Yassin berguru kitab kepada ulama besar Muar yaitu Tuan Guru Haji Abu Bakar bin Haji Hasan al-Muari bin Haji Ahmad bin Anggak bin Datuk Sijo. Yassin dikatakan telah berhasil mengkhatamkan beberapa kitab terkenal di alam Melayu di bawah pengawasan gurunya itu.

Di antara kitab yang berhasil dikhatamkan di hadapan gurunya ialah Faridatul Faraid karangan Syeikh Ahmad al-Fathani yang sangat terkenal di Alam Melayu pada abad ke-19 Masehi.

Pandangan terhadap gurunya seperti yang dicatatkan oleh almarhum al-Ustaz Haji Wan Mohd Saghir Abdullah diungkapkan seperti berikut:

“Ketika aku akan belajar ilmu kemegahan dunia di Sumatera, setelah diketahui oleh Abu Bakar Alim, aku lalu dinasihatinya supaya belajar kepada beliau sahaja. Sekiranya aku melanggar nasihat beliau, mungkin aku menjadi seorang yang jahat.”

Muhammad Yassin mempunyai empat orang istri dengan 46 orang anak. Istri pertama ialah Hajjah Maznah binti Daud, istri kedua Hajjah Khadijah binti Kassim (ibu kandung Muhyiddin), Hajjah Sapiah binti Abdullah, dan Hajjah Kintan binti Ibrahim.

Keluarga Muhammad Yassin tinggal di Batu 1 1/4 Jalan Bakri, Muar, Johor di rumah-rumah ibu yang terpisah. Kampung ini masih terdapat hingga hari ini. Muhammad Yassin juga mendirikan Sekolah Menengah Md. Yassin di Batu 1 1/4 Jalan Bakri, Muar dan Sekolah Arab Saadiah. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

1 Comment

  • Terima kasih ya Allah. Malaysia dipimpin kembali oleh seorang keturunan ulama. Mahatir muhammad adalah politisi yg saya kagumi karena kebijakannya. Berharap juga Indonesia punya presiden yg mengerti agama agar tidak mempolitisi dan mengobok obok agama islam dan fokus pada pembangunan negara.

Leave a Reply