Sya’ban, Bulan Dilaporkannya Amal Selama Satu Tahun

 Sya’ban, Bulan Dilaporkannya Amal Selama Satu Tahun

Keutamaan Bulan Sya’ban (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Sya’ban (Ruwah;Jawa) adalah salah satu bulan mulia dan utama. Di antara keutamaan bulan ini adalah dilaporkannya seluruh amal manusia selama satu tahun kepada Allah Swt.

Sayyid Muhammad dalam Ma Dza fi Say’ban mengistilahkannya dengan raf’u al-akbar wa al-ausa’ (dilaporkannya amal secara besar-besaran dan seluas-luasnya).

Dalam sebuah hadis riwayat dari Usamah bin Zaid, ia mengatakan:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِم

Saya (Usamah bin Zaid) bertanya kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat Anda berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Anda puasa di bulan Sya’ban?. Rasulullah Saw. menjawab, ‘bulan ini yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang banyak dilupakan manusia. Pada bulan ini, amal-amal (baik yang baik maupun yang jelek.red) akan diangkat dan dilaporkan kepada Tuhan semesta alam. Karena itu, aku bergembira jika saat amalku dilaporkan, sedang aku dalam kondisi berpuasa’”. (HARI. Al-Nasa’i)

Keutamaan Bulan Sya’ban

Hadis ini mengandung beberapa pelajaran, yaitu bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang banyak dilupakan dan dilalaikan oleh manusia. Padahal banyak keutamaan di dalamnya.

Bulan Sya’ban juga merupakan momen dilaporkannya amal perbuatan manusia. Selain itu, Rasulullah Saw. memberikan contoh kepada umatnya, untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Puasa di bulan Sya’ban dilakukan dalam rangka mencari bekal kebaikan di saat amal-amal kita dilaporkan kepada Allah.

Dalam kitab Aun al-Ma’bud, Muhammad Syamsul Haq al-Azhim Abadi menjelaskan amal manusia yang dilaporkan pada bulan Sya’ban. Amal itu adalah amal yang dikerjakan manusia selama satu tahun. (Muhammad Syamsul Haq al-Azhim Abadi, Aun al-Ma’bud, juz 7, hlm. 73)

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menegaskan bahwa hadis-hadis terkait dengan dilaporkannya amal manusia tidak saling bertentangan. Akan tetapi hadis-hadis tersebut justru saling melengkapi.

Artinya, amal perbuatan manusia, ada yang dilaporkan tahunan sebagaimana terjadi di bulan Sya’ban. Ada pula yang dilaporkan per pekan dan ada yang per hari. (Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Ma Dza fi Say’ban, hlm. 11)

Dalil Laporkannya Amal Perhari

Hadis yang menerangkan dilaporkannya amal perbuatan manusia per hari adalah hadis dari Abu Musa al-Asy’ari sebagai berikut:

عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ فَقَالَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لا يَنَامُ، وَلا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ، يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ، وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ

Dari Abu Musa al-Asy’ari radliya Allahu anhu, dia berkata: Rasulullah Saw. pernah berdiri di depan kami dengan mengucapkan lima kalimat. Kemudian beliau bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla tidak tidur, dan tidak pantas bagi-Nya untuk tidur. Dia yang membuat keadilan dan mengangkatnya, dan kepadanya amal perbuatan manusia di malam hari sebelum amal perbauatan di waktu siang, dan amal perbuatan di siang hari sebelum amal perbauatn yang dilakukan di malam hari. (HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa amal perbuatan manusia yang dilakukan sehar-hari akan diangkat dan dilaporkan kepada Allah secara langsung. Sesaat setelah ia mengerjakan kebaikan atau keburukan di waktu itu.

Menurut Imam al-Munawi – mengomentari hadis tersebut – bahwa amal perbuatan manusia yang dikerjakan pada siang hari, akan dilaporkan kepada Allah di permulaan malam. Sedangkan amal di malam hari, akan dilaporkan di permulaan waktu siang.

Lantaran menurutnya, malaikat Hafazah (malaikat yang bertugas mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia) kembali ke langit dengan membawa catatan amal manusia pada malam hari. Ketika malam telah selesai dan berganti siang.

Kemudian mereka turun kembali ke bumi dan mencatat semua amal perbuatan manusia yang dikerjakan di siang hari. Lalu mereka naik ke langit dengan membawa catatan tersebut ketika siang telah selesai, dan berganti malam. (Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Ma Dza fi Say’ban, hlm. 12)

Dalil Laporan Amal Setiap Pekan

Sedangkan hadis tentang laporan amal setiap pekan sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai berikut:

تُعْرَضُ اْلاَعْمَالُ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ وَالخَمِيْسِ فَأُحِبُّ اَنْ يُعْرَضَ عَمَلِيْ وَاَنَا صَائِمٌ

Setiap hari Senin dan Kamis, amal perbuatan manusia akan dilaporkan (kepada Allah) dan saya senang ketika amal perbuatanku dilaporkan sementara aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Turmudzi)

Dalam redaksi yang berbeda, Abu Hurairah meriwayatkan hadis sebagai berikut:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ عَلَى اللهِ فِي كُلِّ يَوْم خَمِيْسٍ وَإِثْنَيْنِ، فَيَغْفِرُ اللهُ عز وجل فِي ذلِكَ الْيَوْمِ لِكُلِّ امْرِئٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ إِمْرَأً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ شَحْنَاءُ فَيَقُوْلُ اِرْكَعُوْا هذَيْنَ حَتَى يَصْطَلِحَا، اِرْكَعُوْا هذَيْنَ حَتَى يَصْطَلِحَا

Setiap hari Kamis dan Senin, amal perbuatan (manusia) akan dilaporkan (kepada Allah). Maka, Allah akan mengampuni dosa-dosa setiap orang yang tidak menyukutukan Allah dengan yang lain, kecuali seseorang yang saling bermusuhan dengan saudaranya. Allah berfirman, “Tinggalkan mereka berdua, sampai keduanya berdamai, Tinggalkan mereka berdua, sampai keduanya berdamai”. (HR. Muslim)

Melalui hadis ini, Rasulullah Saw. mewanti-wanti jangan sampai seseorang dari umat beliau punya masalah dengan saudaranya (bermusuhan). Hal ini karena permusuhan yang terjadi di antara mereka justru akan menghambat kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya.

Begitu pula akan merugikan mereka sendiri. Mereka akan dibiarkan dan tidak diperdulikan oleh Allah sehingga mereka telah berdamai.

Mengisi Bulan Sya’ban dengan Kebaikan

Walhasil, amal perbuatan manusia akan diangkat ke langit dan dilaporkan kepada Allah oleh para malaikat Hafazhah dalam tiga bentuk. Laporan harian, yang terjadi selama dua kali sehari (permulaan malam dan permulaan siang).

Laporan mingguan, yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Kemudian laporan tahunan yang terjadi di bulan Sya’ban. Ada yang mengatakan di pertengahan bulan Sya’ban  (Nisfu Sy’ban).

Oleh karena itu, mari kita isi bulan Sya’ban dengan kebaikan-kebaikan dan ketaatan-ketaatan. Agar pada saat amal kita dilaporkan kepada Allah, Allah ridha dan hidup menjadi berkah.

Abdul Wadud Kasful Humam

Dosen di STAI Al-Anwar Sarang-Rembang

Terkait

Leave a Reply