Siswa Madrasah Unggulan 60 Persen Diisi Keluarga Kurang Mampu

 Siswa Madrasah Unggulan  60 Persen Diisi Keluarga Kurang Mampu

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar mengatakan bahwa sebagian besar siswa yang lulus seleksi berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Hal tersebut seiring dengan rampungnya Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB). Menurutnya, hal ini menjadi bagian keberpihakan Kemenag dalam perluasan akses pendidikan masyarakat kurang mampu. Dus, dalam rangka mensukseskan program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan.

“Hampir dapat dipastikan, terdapat 60 persen siswa madrasah unggulan yang tersebar di seluruh Indonesia berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu. Mereka sebelumnya belajar di madrasah-madrasah pedesaan atau pondok-pondok pesantren kecil di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Umar di Jakarta,dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (7/3/2020).

Umar mengatakan, data 60% ini sudah diketahui karena pihaknya telah menggelar Rapat Penetapan SNPDB madrasah unggulan pada 4 Maret lalu. Rapat membahas hasil seleksi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC), Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN). Hasilnya telah diumumkan sejak dini hari tadi.

“Ini sudah kami desain. Kontribusi madrasah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan, tidak akan mengurangi mutu prestasi madrasah, bahkan sebaliknya InsyaAllah justru akan melejitkan prestasi madrasah tersebut,” jelasnya. (AS/hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply