Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Perayaan Idul Fitri dari Seluruh Dunia

 Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Perayaan Idul Fitri dari Seluruh Dunia

HIDAYATUNA.COM – Pada saat umat Muslim di seluruh dunia mengucapkan selamat tinggal terhadap bulan puasa Ramadan, mereka juga sekaligus bersiap untuk menyambut perayaan dari Idul Fitri.

Pada tahun ini, tergantung pada penampakan bulan, perayaan Idul Fitri akan dimulai pada hari Sabtu, 23 Mei, atau hari Minggu, 24 Mei.

Dan seperti yang diketahui, perayaan pada tahun ini pasti akan terpengaruh oleh langkah-langkah yang telah diambil negara-negara di seluruh dunia untuk mengekang pandemi virus corona di wilayahnya masing-masing, termasuk penangguhan shalat Idul Fitri, perayaan idul fitri di luar rumah atau jalanan, dan event-event perayaan lainnya.

Apakah Idul Fitri itu?

Idul Fitri sendiri memiliki arti ‘perayaan dalam bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh’.

Secara tradisi, Idul Fitri akan dirayakan selama tiga hari berturut-turut di semua negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Bagaimana Awal Idul Fitri Ditentukan?

Seperti penentuan awal Ramadan, Idul Fitri akan dimulai dengan penampakan bulan sabit (sehari setelah bulan baru), jadi umat Muslim harus menunggu dulu sampai malam sebelum Idul Fitri untuk memverifikasi tanggalnya.

Jika bulan sabit masih belum terlihat, Ramadan akan berlanjut untuk hari selanjutnya.

Karena ini adalah event yang berkenaan dengan bulan, tanggal Idul Fitri akan berubah pada setiap tahunnya pada kalender Gregorian, dan juga akan bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya bergantung pada lokasi geografis mereka.

Untuk menetapkan awal Idul Fitri, negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim akan bergantung pada kesaksian para ahli falakiyah. Setelah itu, pihak otoritas keagamaan setempat akan mengumumkan kapan Idul Fitri akan berlangsung.

Bagaimana Cara Umat Muslim Merayakan Idul Fitri?

Umat Muslim di seluruh dunia akan memulai perayaan Idul Fitri dengan mengikuti shalat idul fitri di pagi hari secara berjamaah, dan diikuti dengan adanya khotbah singkat.

Shalat itu akan diadakan di masjid-masjid atau gedung besar, tetapi di banyak negara tertentu, kegiatan shalat Idul Fitri itu juga diadakan di tempat terbuka seperti lapangan atau jalanan untuk mengakomodasi jamaah dalam jumlah yang besar.

Orang-orang akan saling memberi selamat setelah sholat Idul Fitri selesai. Mereka menghabiskan harinya dengan mengunjungi para kerabat, tetangga, dan juga menerima makanan atau minuman manis saat mereka bergerak dari rumah ke rumah.

Anak-anak akan mengenakan pakaian baru dan diberi hadiah dan uang untuk merayakan acara yang menggembirakan itu.

Namun, ini didahului dengan pemberian sedekah kepada orang-orang yang miskin dan membutuhkan.

Sangat umum bagi negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim untuk menghiasi jalanan-jalanan mereka dengan lampu-lampu meriah dan mengadakan karnaval untuk memperingati akhir dari bulan suci Ramadan.

Setiap negara memiliki makanan penutup dan manisan tradisional yang disiapkan sebelum hari raya Idul Fitri datang atau pada pagi hari pertamanya. Makanan ini berkisar dari biscuit dan roti spesial hingga kue kering dan puding.

Pada tahun ini, di tengah pandemi virus corona, shalat Idul Fitri telah ditangguhkan di beberapa negara Muslim, yang termasuk Oman dan Mesir. Pada hari Minggu, Ulama Besar Arab Saudi telah mendesak agar seluruh umat Muslim untuk shalat di rumah saja daripada pergi ke masjid.

Dalam upayanya untuk berjuang menahan penyebaran COVID-19, festival dan perayaan di ruang publik tentang Idul Fitri juga akan dilarang untuk diadakan di banyak bagian dunia Muslim. Hingga saat ini, secara global sudah ada lebih dari 5 juta kasus yang dikenal sebagai virus corona, dan lebih dari 327.000 orang pun telah meninggal karenanya.

Apa Salam Idul Fitri yang Umum Digunakkan?

Salam yang paling populer digunakkan adalah ‘Eid Mubarak’ (Idul Fitri yang diberkahi) atau ‘Eid sa’id’ (Selamat Idul Fitri).

Salam Idul Fitri juga bervariasi tergantung pada negara dan bahasanya.

Di Indonesia, Idul Fitri disebut dengan Lebaran, sehingga warga Indonesia akan mengatakan ‘Selamat Lebaran’, yang berarti Selamat Idul Fitri. Variasi lainnya adalah ‘Mutlu Bayramlar’ dalam bahasa Turki, dan ‘Barka da Sallah’ dalam Hausa, bahasa Nigeria.

Apa Tradisi Lain yang Terkait dengan Idul Fitri?

Secara umum, umat Muslim akan bersiap untuk shalat Idul Fitri dengan mandi dan mengenakan pakaian baru mulai dari pakaian tradisional, modern, ataupun bergaya barat.

Umat Muslim juga dianjurkan untuk makan sesuatu yang manis, biasanya kurma, sebelum mereka menuju ke tempat shalat Idul Fitri.

Dalam perjalanan mereka menuju ke tempat shalat, umat Muslim juga membaca Takbir, pujian-pujian terhadap Allah SWT.

Apa yang Dimakan Orang-Orang Selama Perayaan Idul Fitri?

Di Yaman, sebuah keluarga biasanya makan siang di rumah kepala keluarga atau keluarga tertua.

Keluarga itu akan menikmati sepiring ‘Bint Alsahan’, permen yang dibuat dengan melipat lapisan adonan tipis, atasnya dengan madu dan biji nigella.

Di Moskow, Rusia, umat Muslim akan menuju ke tenda-tenda Ramadan di dekat Masjid Pusat Moskow, tempat dimana perayaan Idul Fitri akan dimulai.

Setelah itu, keluarga akan berkumpul untuk menikmati berbagai makanan seperti ‘Manti’. Bakpao ini biasanya diisi dengan daging domba yang sudah dibumbui atau isian daging sapi.

Di Sudan, orang-orang akan saling memberi selamat ketika mereka pulang seusai shalat Idul Fitri. Mereka akan menghabiskan waktunya untuk mengunjungi tetangga-tetangganya, dan menerima makanan-makanan manis saat mereka bergerak dari rumah satu ke rumah lainnya.

Keluarga-keluarga itu akan menikmati sepiring ‘Aseeda’, sebuah hidangan utama yang dinikmati selama perayaan Idul Fitri. Hidangan ini terbuat dari gandum, dan secara tradisional di Sudan akan dimakan dengan saus yang berbasis tomat.

Di India, pada perayaan Idul Fitri, banyak pria akan mengunjungi kuburan untuk mendoakan anggota keluarga mereka yang telah tiada.

Anak-anak akan pergi ke ‘Mela’ (pameran lokal) untuk membeli permen dan mainan. Orang-orang akan mengunjungi teman, kerabat, tetangga, dan orang tua mereka, seusai shalat di masjid ataupun Eidgahs, sebuah struktur terbuka tradisional yang khusus dibangun untuk digunakkan sebagai tempat shalat Idul Fitri.

Banyak dari mereka akan menikmati semangkuk lezat ‘Sevaiyan ki Kheer’, sebuah hidangan penutup berbasis bihun yang di atasnya diberi irisan almond.

Di Mesir, ada sebuah kebiasaan untuk mengakhiri puasa mereka dengan kencan dan segelas susu pada pagi hari Idul Fitri.

Setelah shalat Idul Fitri, banyak anak-anak akan bermain di jalanan dengan balon berisi nasi dan menggunakkan topi perayaan.

Keluarga-keluarga akan menikmati ‘Kahk’, sebuah hidangan kue lezat yang diisi dengan isian spesial berbasis madu.

Keluarga-keluarga di China biasanya akan merayakan Idul Fitri dengan kembali ke masing-masing kampung halamannya untuk mengunjungi orang tua mereka.

Setiap keluarga di China juga akan menyiapkan ‘You Xiang’, sebuah camilan berbasis tepung goreng yang bisa dimakan dengan sup ataupun nasi.

Idul Fitri di Malaysia disebut juga dengan ‘Hari Raya’ (Hari Besar).

Pada hari ini, pria dan wanita akan mengenakan pakaian tradisional Malaysia yang terbuat dari satin.

Keluarga-keluarga akan saling mengunjungi dan berbagi berbagai makanan manis, termasuk makanan penutup seukuran satu gigitan yang disebut ‘Luih’. Makanan manis berwarna cerah ini termasuk kue kukus, yang dibuat dengan mentega, gandum, telur, dan gula.

Di Somalia, setelah shalat Idul Fitri pada pagi hari, keluarga-keluarga dan tetangga akan menyiapkan roti Idul Fitri khusus yang disebut dengan ‘Cambaabur’. Makanan penutup berbasis gandum dan millet ini akan ditaburi gula dan disajikan dengan yoghurt.

Di Afghanistan, dikatakan bahwa perayaan ‘Idul Fitri adalah milik anak-anak’. Banyak orang tua akan menyiapkan perayaan khusus untuk anak-anak mereka pada malam pertama Idul Fitri.

Keluarga mereka akan menyiapkan roti isi pipih yang disebut dengan ‘Bolani’. Roti bergizi ini sering diisi dengan bayam, labu, kentang, atau lentil hijau.

Idul Fitri di Suriah akan dirayakan secara berbeda bergantung dengan letak wilayahnya. Meskipun sampai saat ini di Suriah sedang terjadi aksi kekerasan yang terus berkelanjutan, keluarga-keluarga disana tetap berusaha untuk menikmati perayaan Idul Fitri dengan bertemu dengan teman-teman dan tetangga mereka.

Keluarga-keluarga itu akan menyiapkan puding semolina yang disebut dengan ‘Mamounia’. Makanan penutup ini disajikan dalam kondisi panas ataupun dingin, dan didekorasi dengan kayu manis dan irisan almond. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply