Sempat Menolak, Akhirnya Ghani Tandatangani Dekrit Pembebasan Pejuang Taliban

 Sempat Menolak, Akhirnya Ghani Tandatangani Dekrit Pembebasan Pejuang Taliban

Meski pada kesempatan sebelumnya sempat menolak, namun akhirnya Ghani tandatangani dekrit pembebasan pejuang Taliban

HIDAYATUNA.COM – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah menandatangani dekrit untuk membebaskan 1.500 tahanan Taliban, sebagai langkah untuk memulai pembicaraan langsung dengan kelompok bersenjata tersebut, untuk mengakhiri peperangan yang telah berlangsung selama 18 tahun di Afghanistan.

Menurut salinan dekrit dua halaman yang telah dilihat oleh kantor berita Reuters pada hari Selasa malam, semua tahanan Taliban yang akan dibebaskan diwajibkan memberikan ‘jaminan tertulis untuk tidak terjun kembali ke medan perang’.

“Presiden Ghani telah menandatangani dekrit yang akan memfasilitasi pembebasan para tahanan Taliban sesuai dengan kerangka kerja yang yang telah disetujui untuk (syarat) dimulainya proses negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan,” kata Sediq Sediqqi, juru bicara dari presiden Ghani, melalui akun Twitternya.

Dekrit itu, yang nantinya akan diumumkan oleh kantor Ghani, menjabarkan secara terperinci tentang bagaimana para tahanan Taliban akan dibebaskan secara sistematis untuk melanjutkan alur perjanjian damai yang telah ditandangani oleh Amerika Serikat (AS) dan Taliban pada tanggal 29 Februari lalu.

Proses pembebasan tahanan itu sendiri akan dimulai dalam empat hari ke depan, kata dekrit tersebut.

Sebelumnya pada hari Selasa, juru bicara dari Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa kelompoknya telah menyerahkan daftar dari 5.000 tahanan mereka yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan kepada AS, dan sedang menunggu semuanya untuk dibebaskan.

Juga pada hari Selasa, seorang pemimpin senior Taliban di Doha (ibukota Qatar), yang menjadi markas politik kelompok itu, mengatakan bahwa kendaraan untuk mengangkut para pejuang mereka yang akan dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan telah dikirim ke daerah di dekat Penjara Bagram, utara dari ibukota Kabul.

“Setelah pembicaraan kami dengan Zalmay Khalilzad (utusan khusus AS untuk Afghanistan) pada hari Senin, dimana ia menyampaikan kepada kami tentang pembebasan 5.000 tahanan (pejuang) kami, kami langsung mengirim kendaraan untuk menjemput mereka,” katanya kepada kantor berita Reuters.

Seperti yang diketahui, dalam perjanjian damainya dengan AS, Taliban telah menuntut pembebasan tahanan (pejuang mereka) dari pemerintah Afghanistan, hal ini sebagai langkah untuk membangun kepercayaan dalam membuka jalan bagi proses pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan nantinya.

Ghani, yang sebelumnya sempat menolak untuk menghormati poin perjanjian pertukaran tahanan antara AS dan Taliban, saat ini mengatakan bahwa ia tidak akan menentang pembebasan para tahanan Taliban demi memajukan proses perdamaian di Afghanistan.

Sementara itu di hari yang sama, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan suara bulat telah menyetujui resolusi AS tentang perjanjian damai antara AS dan Taliban, sebuah dukungan yang jarang disaksikan dari perjanjian dengan sebuah kelompok bersenjata. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply