Selamat Datang Bulan Sya’ban 1441 H

 Selamat Datang Bulan Sya’ban 1441 H

Selamat Datang Bulan Sya’ban 1441 H. Penamaan Sya‘ban adalah karena banyaknya sumber-sumber kebaikan pada bulan ini

HIDAYATUNA.COM – Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki di dalam kitabnya yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban? menjelaskan beberapa pendapat para ulama tentang penamaan bulan Sya’ban :

وسمي شعبان لأنه يتشعب منه خير كثير، وقيل معناه شاع بان، وقيل مشتق من الشِعب (بكسر الشين) وهو طريق في الجبل فهو طريق الخير، وقيل من الشَعب (بفتحها) وهو الجبر فيجبر الله فيه كسر القلوب، وقيل غير ذلك.

Yang pada intinya disebutkan bahwa penamaan Sya‘ban adalah karena banyaknya sumber-sumber kebaikan pada bulan ini. Sebagian ulama mengatakan, Sya’ban bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya Sya‘ban dimaknai sebagai sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan Sya‘ban secara harfiah artinya ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah lebih banyak daripada ketika bulan Sya’ban. Periwayatan ini kemudian mendasari kemuliaan bulan Sya’ban di antar bulan Rajab dan Ramadhan.

Karenanya Syeikh Nawawi Al Bantani di dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut :

الثاني عشر صوم شعبان لحبه صلى الله عليه وسلم صيامه فمن صامه نال شفاعته صلى الله عليه وسلم يوم القيامة

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT, karena pada bulan ini Allah SWT banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan Itqun Min Adzabin Naar (pembebasan dari siksaan api neraka). Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam hadist bahwa bulan Sya’ban adalah bulan pengapus dosa :

وقد روى  ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر.

Artinya : “Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan penghapus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.”   

Begitu banyak keutamaan bulan sya’ban sebagaimana kita sebutkan ditas, namun hal tersebut seakan belum cukup karena dalam bulan sya’ban terdapat 1 malam yang sangat mulia, yaitu malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan sya’ban) yang oleh Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki disebutkan bahwa setidaknya ada 5 keutamaan besar pada malam Nisfu Sya’ban :

Pertama, Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, Kedua, Allah SWT akan mengasihi orang yang minta kasih, Ketiga, Allah SWT akan menjawab do’a orang yang meminta, Keempat, Allah SWT akan melapangkan penderitaan orang susah, dan Kelima, Allah SWT akan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Rasulullah SAW sendiri menyatakan dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan oleh Ad-Dailami dan Al-Baihaqy :

‎خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيْهِنَّ الدَّعْوَةُ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ الجُمْعَةِ وَلَيْلَتَيِ العِيْدَيْنِ

Artinya, “Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya‘ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”

Wallahu ‘Alam

Redaksi

Terkait

Leave a Reply