Sejumlah Penjara di AS Dinilai Persulit Tahanan Muslim Berpuasa

 Sejumlah Penjara di AS Dinilai Persulit Tahanan Muslim Berpuasa


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Tiga kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) di Amerika Serikat (AS) menyebut sejumlah rumah tahanan di Virginia negara bagian AS telah melakukan tindikan diskriminatif terhadap para tahanan muslim. Ia meyebut para tahanan yang beragama Islam di penjara itu tidak mendapatkan hak mereka untuk berpuasa selama bulan suci Ramadan. Bahkan pihak penjara dituding cenderung mengabaikan dan mempersulit mereka berpuasa.

“Sangat mengejutkan kita masih harus memperjuangkan hak-hak dasar untuk beribadah,” kata Direktur Komunikasi dan Penjangkauan untuk Dewan ICNA untuk Keadilan Sosial, Rameez Abid, dilansir dari Republika, Kamis (30/4/2020).

Bulan Ramadan lanjut Rameez adalah bulan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia, dan sudah seharusnya Konstitusi AS memberikan hak-hak para tahanan Muslim untuk berpuasa walaupun mereka berada di dalam penjara.

“Ini seharusnya tidak perlu diminta, tetapi sayangnya, beginilah yang terjadi,” sambungnya.

Meskipun telah mengadvokasi hak tahanan Muslim untuk menjalani Ramadan di Virginia tahun lalu, kelompok HAM itu mengatakan mereka khawatir beberapa masalah yang sama terulang.

Sebagai informasi, ketiga kelompok HAM yang memperjuangkan hak tahanan muslim di Virginia antara lain adalah Muslim Advocates, the Islamic Circle of North America’s Council for Social Justice, dan the Virginia Prison Justice Network.

Mereka mengatakan, beberapa narapidana di Wallens Ridge State Prison juga diabaikan haknya untuk menjalani Ramadan, lantaran mereka belum terdaftar sebagai Muslim.  

Menurut mereka, jika seorang tahanan tidak ada dalam daftar tersebut, mereka tidak akan dapat menerima makanan untuk sahur atau saat waktu berbuka puasa tiba. Karena itu, mereka dilarang berpuasa di siang hari.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply