Sejarah Tradisi Pencak Silat Di Ponpes Lirboyo

 Sejarah Tradisi Pencak Silat Di Ponpes Lirboyo

HIDAYATUNA.COM – Atmosfer Islam yang begitu kental di kota ini di bentuk dengan ciri khasnya sebagai kota dengan pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur dan bahkan di Asia, dalam lakunya sebagai pondok untuk menggali ilmu Agama pondok pesantren ini melahirkan sebuah tradisi yang terus dilestarikan di Kediri salah satunya di Pondok Pesantren Lirboyo.

Pondok Pesantren Lirboyo menguntai entitas pondok pesantren yang meninggikan kearifan lokal dengan bela diri Tradisionalnya sebagai ciri khas dengan fungsi sosialnya untuk melindungi warga yang lemah. Tradisi Pencak pun bertransformasi seiring zaman menjadi media silaturahmi warga dan para pelaku bela diri.

Julukan sebagai kota santri sepertinya tidak terlihat dalam setiap lekuk kota bernama kediri ini, seperti ini lah kehidupan di pondok pesantren, memang tidak semua pondok pesantren di banyak tempat terlihat seperti ini namun inilah yang menjadi ciri khas salah satu pondok pesantren Tradisional di kediri yaitu pondok pesantren “lirboyo”.

Warna hidup keseharian para santri di pondok pesantren Tradisional hampir seperti wujud kampung dalam arti Harfiah. Potret Pesantren sebagai Pondok atau Asrama sederhana di mana para Santri tinggal Bersama sehari-hari ada di sini.

Lingkungan pondok membentuk sikap egalitarian yang berwujud pada tenggang rasa dan sosial yang tinggi dari para Santri, Pesantren Pendidikan yang paling lama di Indonesai semenjak wali songo berkembang dan memang ajaran islam mengajarkan kesederhanaan dan juga tidak membuang-buang waktu dan lirboyo itu dihuni santri sekitar 10 ribuan, namun suasana kondusif, tidak ada tawuran.

Karena lirboyo itu konsepnya mendidik santri itu disamping ilmu dan juga ibadah diperhatikan, akhlak diperhatikan itulah kelebihan pesantren.

Di abad 21 ini kediri kini menjelma menjadi kota Santri yang kental dengan Tradisi Nahdlatul Ulama dan pesantren Lirboyo adalah Pondok Pesantren Terbesar di Kediri, Namun Lirboyo tak sekedar berkutatdengan urusan Spritual. Dipesantren ini Ilmu bela diri tumbuh mandarah daging, Bahkan menjadi Identitas Pondok.

Lirboyo karena sejak sebelum kemerdekaan pun yang menggalang mengayom, menggerak, komando itu lirboyo dan rata-rata pondok yang ada di Kediri ini ada ikatan emosional, ikatan belajar mengajar, dengan Pondok Lirboyo Sampai sekarangpun seperti itu walaupun, orang umum, orang pendekar pencak itu banya Lirboyo akhirnya 4-5 tahun ini kesepakatan pendekar-pendekar pelestari pencak itu minta pengayoman lirboyo.

Pencak dor adalah pencak yang dimiliki oleh pesantren lirboyo bermula dari pada masa zaman kyai sepuh, kyai abdul karim, sudah mulailah berdiri pondok pesantren sekalian bersamaan dengan kegiatan itu.

Sebab barang kali mbah kyai waktu itu dengan adanya pencak ini bisa menghimbun, atau bisa mempersatu atau mengakrabkan mulai dari kyai dengan santri. Itu utamanya yang dari santri yang dari desa. Mulai mengembang pada saat itu dari zaman jepang.

Kegelisahan Kyai Agus Maksum Jauhari atau dikenal sebagai Gus Maksum Cucu pendiri pesantren Lirboyo kyai Haji Manaf Abdul Karim yang menumbuhkan Tradisi Panjang di Lirboyo hingga ke kota-kota lain di Jawa Timur. Waktu itulah banyak pendekar dan anak pendekar yang mondok di lirboyo dan langsung menghimpun mendirikan GASMI, itu didirikan pada pra G30SPKI.

Kalau masa itu pencak, ya pencak aja. Setelah menjelang G30 SPK Namanya Gasmi, GASMI kepanjangan dari Gerakan aksi silat muslim Indonesia. Bagi Gus Maksum bukan pesantren Namanya jika taka da pencak silat sebab Pencak adalah warisan leluhur di Tanah Air yang paling Tradisi, Tradisi Panjang inilah yang menjadi Rutinitas para santri yang dikenal dengan sebutan Pencak Dor.

Istilah Pencak Dor yang muncul pada era enam puluhan ini bahkan menjadi magnet kuat para santri datang ke lirboyo selain untuk mempelajarari Tauhid dan fiqih terutama salaf.

Sumber: KompasTV

Redaksi

Terkait

Leave a Reply