Santri Siaga Bencana di Setiap Pesantren Bakal Dibentuk

 Santri Siaga Bencana di Setiap Pesantren Bakal Dibentuk

Santri Siaga Bencana di Setiap Pesantren Bakal Dibentuk. Hal Ini Dilakukan Untuk Menumbuhkan Rasa Peduli Terhadap Sesama

HIDAYATUNA.COM, Sumedang – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat akan membentuk komunitas santri siaga bencana.

“Kami juga berharap Basarnas nanti bantu membentuk potensi-potensi bencana dari kalangan santri,” ujarnya usai mengikuti peringatan HUT ke 48 Basarnas di Kantor Basarnas Jabar, Jumat (28/2/2020).

“Melalui pelatihan ke pesantren-pesantren di Jawa Barat. Jadi nanti, santri juga harus jadi insan SAR di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

Rencana tersebut disampaikan Wagub Uu lantaran wilayah Jabar dinilai sebagai lumbung bencana alam. Hal ini merujuk pada kejadian bencana alam yang kerap terjadi belakangan ini seperti longsor, banjir, gempa, angin puting beliung, hingga tsunami di wilayah Jabar.

“Bencana yang terjadi hari ini, mungkin berbeda dengan bencana yang terjadi lima atau 10 tahun ke belakang. Karena, perkembangan pembangunan yang begitu cepat. Sehingga bencananya pun berbeda-beda,” katanya.

Terlebih, kata Uu, Jabar merupakan provinsi dengan bencana alam sangat banyak. “Jawa Barat ini lumbungnya bencana. Untuk itu, setiap warga Jawa Barat harus bisa lebih peduli terhadap alam dan lebih waspada, sekaligus menjadi insan yang siaga bencana,” ucapnya.

Untuk menghadapi bencana alam ini, dirinya berharap pemerintah daerah di 27 kabupaten/kota memfasilitasi adanya kantor-kantor SAR di setiap daerah. “Bantu pembentukannya (kantor SAR), bantu pengadaan hibah untuk kantornya,” ujarnya.

Kepala Basarnas Jabar Deden Ridwansyah mengatakan, Basarnas Bandung terus berupaya membentuk potensi-potensi SAR di daerah, seperti pembentukan Forum Koordinasi Potensi Pencarian Pertolongan Daerah (FKP3D) Jabar.

“Saat ini konsentrasi kami masih fokus untuk membantu evakuasi di wilayah bencana banjir Subang, Karawang Bekasi. Juga melakukan pencarian orang tenggelam di Sungai Citarum,” ujarnya.

Deden berharap, pada Maret mendatang tidak banyak terjadi bencana di Jabar sehingga Basarnas Bandung bisa kembali fokus membentuk relawan-relawan bencana di tiap daerah.

“Termasuk permintaan Pak Wagub Uu tadi yang meminta kami untuk melatih para santri menjadi potensi SAR. Tentunya ini gagasan yang baik dan kami bisa tindaklanjuti melalui program Basarnas Bandung Goes to Pesantren,” kata Deden. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply