Rumus Syeikh Abu Hasan Asyadzili Untuk Meraih Malam Lailatul Qadar

 Rumus Syeikh Abu Hasan Asyadzili Untuk Meraih Malam Lailatul Qadar

Berikut ini adalah sebuah rumus Syeikh Abu Hasan Asyadzili untuk meraih malam Lailatul Qadar yang perlu kalian ketahui.

HIDAYATUNA.COM – Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengharap dianugerahi Lailatul Qadar pada bulan yang sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh keduanya adalah ampunan, dan sepuluh akhirnya adalah bebas dari neraka ini. Walaupun, hakikatnya memang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar kecuali Allah ‘azza wajalla.

Rasulullah mengisyaratkan dalam sabdanya:

 تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ”

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah radliyallahu anha, ia berkata:

 كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: “Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” Demikian menurut lafadz Al-Bukhari.

Untuk meraih malam lailatul qadar, ada rumusan yang ditemukan oleh Syekih Abu Hasan Asy Syadzili.  Syekh Abu Hasan Asy Syadzili adalah Wali Allah dikenal akan ketinggian ilmu dan kesufiannya. Dari perjalanan hidupnya, beliau juga dikaruniai beberapa karomah yang mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah mampu mendeteksi turunnya lailatul qadar di bulan ramadhan. Dan istimewanya sosok Syekh Abu Hasan mampu berulang-ulang tanpa putus melihat/menjumpai lailatulqadar sejak usia balig hingga wafatnya.

Sehingga Syekh Abu Hasan berkata, “Apabila awal puasa ramadhan jatuh pada hari ahad, maka lailatulqadarnya jatuh pada malam 29 ramadhan.

  1. Jika Awal puasa pada hari senin, lailatul qadarnya malam 21 ramadhan.
  2. Apabila Awal puasa pada hari selasa, maka lailatul qadarnya malam 27 ramadhan.
  3. Jika Awal puasa pada hari rabu, maka lailatul qadarnya malam 19 ramadhan .
  4. Awal puasa pada hari kamis, lailatul qadarnya malam 25 ramadhan.
  5. Apabila Awal puasa pada hari jum’at, maka lailatul qadarnya pada malam 17 ramadhan.
  6. Sedangkan bila awal puasa pada hari sabtu, maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 23 ramadhan.

Baca Juga: Amalan Khusus Malam 27 Ramadhan untuk Meraih Lailatul Qadar

Redaksi

Terkait

Leave a Reply