Respon Walkot Padang Soal Pesantren Ramadhan Tersandung COVID-19

 Respon Walkot Padang Soal Pesantren Ramadhan Tersandung COVID-19

HIDAYATUNA.COM, Padang – Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kegiatan keagamaan yang menciptakan keramaian dan kerumunan massa selama Bulan Ramadhan akan ditiadakan, hal tersebut dikarenakan masih dalam masa pandemi virus corona, atau yang lebih dikenal sebagai Covid-19.

Kegiatan keagamaan yang dimaksud adalah pesantren Ramadhan yang biasanya rutin ramai dilakukan di setiap tahunnya selama bulan suci Ramadhan, kegiatan lainnya seperti Salat Tarawih berjamaah di Masjid, kegiatan singgah sahur, pasar takjil dan kegiatan lainnya.

Oleh karena itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah meminta agar kesempatan di rumah saja akibat covid-19 tersebut selain digunakan untuk memaksimalkan ibadah dan berkegiatan di rumah masing-masing juga dimanfaatkan untuk membangun ketahanan keluarga.

“Maka di sini saatnya kita (keluarga) membangun ketahanan keluarga. Tak hanya itu, para orangtua pun diminta kreatif agar anak-anaknya tidak bosan selama di rumah,” tutur Mahyeldi Ansharullah, pada hari Minggu (5/4/20).

Hal itu dapat dilakukan oleh masyarakat khususnya tiap orang tua dengan menggencarkan program 18.21 selama bulan Ramadhan.

Program pembinaan keluarga 18.21 atau mendampingi anak mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB merupakan program yang menintikberatkan pada pembinaan generasi sejak dini untuk cerdas, bertawakal dan berdaya saing.

Pada program 18.21 tersebut, para orang tua diarahkan untuk mendampingi anak beribadah, bermain, dan belajar pada rentang-rentang waktu tersebut sehingga peningkatan kualitas hubungan pun dapat dilakukan. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

1 Comment

  • Ilmu baru buat saya bu, Sebuah artikel yang menarik untuk diulas, Dengan adanya ini dapat menumbuhkan semangat menjaga tradisi budaya jawa dan mencintai budaya jawa😊

Leave a Reply