Qatar dan Saudi Hadapi Jalan Buntu untuk Berdamai

 Qatar dan Saudi Hadapi Jalan Buntu untuk Berdamai

Pemerintah Qatar dan Saudi Hadapi Jalan Buntu untuk Berdamai. Mengapa Bisa Demikian? Simak Penjelasannya di Bawah Ini

HIDAYATUNA.COM, Munich – Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan pada Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (15/2) lalu, menjelaskan negaranya tengah menghadapi jalan buntu untuk menjalin perdamian dengan Arab Saudi.

Ia mengatakan, pembicaraan antara Pemerintah Qatar dan Arab Saudi untuk menyelesaikan pertikaian regional yang telah berlangsung dua tahun belum membuahkan hasil perdamaian.

“Arab Saudi, bersama dengan sekutunya Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, memutuskan semua hubungan diplomatik, perdagangan dan transportasi dengan Qatar pada Juni 2017,” ujarnya sebagaimana Nahar Net melaporkan dikutip Senin(17/2/2020).

Pemerintah Saudi, lanjutnya, menuduh Doha mendukung kelompok Islam radikal, termasuk Ikhwanul Muslimin, dan mencari hubungan yang lebih dekat dengan Iran, musuh bebuyutan Saudi. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh Qatar.

“Kami selalu sangat terbuka untuk berdialog, sejak dimulainya krisis Dewan Kerjasama Teluk (blok regional),” kata Mohammed.

“Sudah hampir tiga tahun sejak krisis dimulai. Kami bukan pelaku krisis itu dan kami sudah sangat terbuka dan jelas bahwa kami terbuka terhadap niat tulus apa pun untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Namun, koran pan-Arab Asharq Al-Awsat mengutip seorang diplomat Teluk pada hari Rabu lalu, yang menyarankan tim Riyadh menarik diri dari perundingan karena para perunding Qatar “tampaknya tidak serius dalam mencapai kompromi.”

Diplomat yang tidak disebutkan namanya itu menuduh tim Doha “tidak bertindak untuk memperpanjang negosiasi” dan menambahkan bahwa Riyadh menginginkan solusi yang mencakup semua negara yang memboikot.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply