Prof Jackie Ying, Profesor Muslimah Penemu Rapid Test

 Prof Jackie Ying, Profesor Muslimah Penemu Rapid Test

HIDAYATUNA.COM – Belakangan, seorang Profesor berhijab telah mencuri perhatian publik dunia. Namanya Prof. Jackie Ying, ia mendapat banyak perhatian setelah ia dan timnya menemukan alat tes cepat atau Rapid Test untuk Covid-19 hanya dalam waktu 5 menit.

Prof. Jackie Ying adalah seorang mualaf yang lahir dan besar di Taipei, Taiwan. Ia merupakan warga negara Amerika Serikat yang dibesarkan di dua negara, yakni New York dan Singapura. Dari dua negara tersebut Ying lebih banyak menghabiskan waktunya di Singapura.

Prof. Jackie Ying menghabiskan pendidikan dasar dan menengahnya di Singapura. Ia belajar di sekolah dasar yang berbahasa Tiongkok. Pada saat itu, ia memiliki seorang teman Melayu, kelompok etnis yang identik dengan agama Islam di Singapura. Saat ia duduk di sekolah menengah pertama, ia baru menyadari bahwa ada agama yang berbeda.

Islam dan Ilmu Pengetahuan

Ying menjadi penasaran dengan agama Islam.”Saya selalu ingin tahu tentang tujuan dan makna kehidupan. Dan dalam agama, kita menemukan banyak jawaban terhadap pertanyaan ini.” Jelas Jackie Ying seperti dikutip di About Islam. di sekolahnya ini jugalah ia kemudian belajar tentang Islam sedikit demi sedikit untuk memenuhi rasa keingintahuannya.

Ying memutuskan untuk menjadi mualaf pada usia tiga puluhan, “Jika kamu benar-benar belajar ilmu pengetahuan, kmau harus percaya pada seorang pencipta” ucapnya saat ia menjadi mualaf. Ketika ditanya tentang hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan, Prof. Jackie Ying menjawab bahwa Islam emngajarkan manusia untuk mencari ilmu. Dengan ilmu, katanya lagi seorang kmanusia bisa sangat berguna bagi masyarakat luas.

“Yang paling penting, pengetahuan ilmiah atau sains menunjukkan lagi dan lagi akan keberadaan Allah. Jadi, saya tidak berfikir bahwa keduanya (agama Islam dan ilmu pengetahuan) memiliki masalah satu sama lain,” ujarnya.

Prof. Jackie Ying lebih lanjut mengatakan bahwa tidak sulit baginya untuk menerima ajaran agama Islam. berbeda dengan agama lain, menurutnya Islam adalah agama yang sederhana. Dan kesederhanaan ini membuatnya mudah untuk menerima Islam. selain kesederhanaannya, orang akan sangat terkejut melihat pengetahuan yang menakjubkan di dalam Isla,. “Ketika saya pertama kali membuka Al-Qur’an, jelas bagi saya bahwa ini adalah buku yang sangat istimewa dan luar biasa” tuturnya kagum.

Setelah melakukan umroh pertamanya,. Prof. Jackie Ying mulai memakai hijab. Keputusan tersebut ia jalani sesuai dengan ajaran agama Islam dan keyakinan kepada Allah SWT. Dia juga aktif melakukan dakwah di Singapura.

Karir Cemerlang

Prof. Jackie Ying Saat ini menjadi pemimpin di sebuah Laboratorium NanoBio di Agensi untuk Sains, Teknologi dan Penelitian di Singapura. Ia dan timnya membutuhkan waktu selama 6 minggu tanpa henti untuk membuat alat tersebut. Penelitian itu dilakukan setelah Direktur Eksekutif A*Star, Frederick Chew menantang mereka untuk membuat kit rapid test Covid-19.

Sebenarnya nama Jackie Ying sudah tidak asing di dunia akademis, namanya pernah termasuk dalam salah satu dari 500 Muslim berpengaruh di Dunia tahun 2020. Jackie Ying memiliki karir yang cemerlang di Amerika sebelum ia kembali ke Singapura.

Prof. Jackie Ying mendapatkan gelar PhD nya di Laboratorium AT&T Bell di Universitas Pricenton, dia memulai penelitiannya di bidang kimia bahan. Dia mengejar penelitian dalam bahan nanokristalin bersama Prof. Herbert Gleiter di Institute for New Materials, Saarbrucken, Jerman sebagai NSF-NATO Fellow Post-doktoral dan Alexander Von Humboldt Research Fellow.

Dia kemudian bergabung dengan fakultas Teknik Kimia di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 1992 dan menjadi seorang Profesor penuh termuda pada usia 35 tahun pada tahun 2001 di Chemical Engineering di MIT sebelum ia menjadi Direktur Eksekutif di Institut Bioenginering dan Nanotechnology (IBN) yang ada di Singapura.

Ying memiliki lebih dari 180 hak paten utama yang diberikan dan 32 diantaranya telah dilisensikan ke perusahaan multinasional dan pemula. Dia juga pernah terpilih sebagai mahasiswa Akademis Sains Dunia Islam pada tahun 2017. Prof. Jackie Ying sampai saat ini telah menerima banyak penghargaan di bidang ilmu pengetahuan.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply