Presiden Sebut Pendidikan Moderasi Warga NU Penting Diterapkan

 Presiden Sebut Pendidikan Moderasi  Warga NU Penting Diterapkan

Presiden Joko Widodo Sebut Pendidikan Moderasi Warga NU Penting Diterapkan di Lingkungan Masyarakat Untuk Mencegah Intoleransi

HIDAYATUNA.COM, Surabaya — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pendidikan moderasi beragama Nahdlatul Ulama (NU) sudah sepantasnya diterapkan dalam beragama dan berbangsa serta bernegara.

Pernyataan Presiden Jokowi ini disampaikan saat berpidato di acara pengukuhan guru besar KH Asep Saifuddin Chalim bidang Sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Mengutip isi buku karya KH Asep yang berjudul ‘Aswaja’, Jokowi menilai konten buku tersebut menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang benar dalam keluarga.

“Supaya kita terhindar dari pemikiran dan kepercayaan yang menyimpang di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini,” kata Jikowi dalam siaran persnya dikutip Senin (2/3/2020).

Perkembangan dunia saat ini, lanjut Jokowi, tidak hanya memengaruhi perilaku keagamaan seseorang, tetapi juga pada kepercayaan seseorang pada sebuah sistem ideologi, tata negara dan kehidupan sosial. Saat ini, gerakan-gerakan ekstremis muncul yang bahkan memicu peperangan dan konflik di beberapa negara.

“Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan,” katanya.

Pendidikan moderasi tersebut, menurut presiden, adalah pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (bersikap moderat), tawazzun (bersikap seimbang), i’tidal (bersikap adil), dan tasamuh (bersikap toleran).

Presiden memandang, nilai-nilai dan karakter tersebut menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply