Polisi Nigeria Dituding Bunuh 12 Demonstran Saat Peringatan Asyura

 Polisi Nigeria Dituding Bunuh 12 Demonstran Saat Peringatan Asyura

HIDAYATUNA.COM – Sebuah kelompok Syiah yang dilarang oleh pemerintah Nigeria mengatakan polisi telah membunuh 12 orang anggota mereka dan melukai 10 lainnya selama pawai yang dilakukan di utara negara itu dalam peringatan hari keagamaan yang dikenal sebagai Asyura.

Juru bicara kelompok Syiah Ibrahim Musa mengatakan para demonstran Syiah tewas di negara bagian utara Kaduna, Bauchi, Gombe, Sokoto, dan Katsina pada hari Selasa itu.

“Gerakan Islam di Nigeria telah mengkonfirmasi setidaknya puluhan orang peziarah yang mengikuti peringatan Asyura telah tewas di seluruh negara bagian selama peringatan itu berlangsung,” kata Musa.

Kelompok Gerakan Islam Nigeria (IMN) telah dilarang beroperasi oleh pemerintah Nigeria pada bulan Juli setelah terjadinya serangkaian bentrokan mematikan dengan pihak kepolisian. IMN mengatakan kepolisian bertanggung jawab atas setidaknya 20 kematian pada bulan Juli itu, tetapi pihak polisi mengatakan tidak ada korban yang tewas dalam tiap kejadian itu.

Polisi di bagian utara kota Kaduna, Nigeria, di mana IMN mengatakan adanya tiga orang tewas dan 10 lainnya cedera pada hari Selasa saat peringatan Asyura itu, telah membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa mereka membubarkan para demonstran ‘secara profesional’.

Juru bicara dari kepolisian nasional tidak menanggapi saat diminta untuk berkomentar tentang hal itu.

Kelompok itu berpawai untuk untuk memperingati hari Asyura, hari yang dalam tradisi Islam adalah hari ketika cucu dari nabi Muhammad, Imam Hussain meninggal dalam pertempuran Karbala pada tahun 61 H (680).

Polisi telah memperingatkan anggota IMN untuk tidak melakukan pawai, mereka mengatakan setiap pertemuan pada satu tempat atau prosesi yang dilakukan oleh anggota kelompok IMN adalah ‘ilegal dan akan diperlakukan sebagai pertemuan dalam niatan terorisme’.

IMN mengatakan pada hari selasa itu polisi telah menyerang para demonstran, dan di Katsina pihak polisi pun menembaki mereka. Dikatakan anggota mereka tewas pada pawai yang dilaksanakan di negara bagian Bauchi, Gombe dan Sokoto, semuanya berada di Nigeria utara, tetapi pada pawai yang dilaksanakan di Abuja (Ibukota Nigeria), dan negara bagian utara lainnya berakhir tanpa insiden.

Bentrokan dengan polisi yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir itu diikuti dengan seruan oleh kelompok itu agar pemimpin mereka dibebaskan dari penahanan oleh pihak kepolisian.

Pemimpin mereka, Ibrahim el-Zakzaky, telah ditahan sejak tahun 2015 ketika pasukan pemerintah membunuh sekitar 350 orang setelah menyerbu kamp IMN dan masjid di sekitarnya.

Meskipun hampir setengah dari 200 juta penduduk Nigeria adalah Muslim, kebanyakan mereka terkonsentrasi di bagian utara negara itu, Syiah sendiri adalah minoritas.

Pekan lalu reporter khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan dia belum menemukan bukti yang menunjukkan bahwa IMN dipersenjatai dan menjadi ancaman bagi Nigeria.

Sumber:  AlJazeera.com

Redaksi

Terkait

Leave a Reply