Pesta Pernikahan Bisa Diganti Berbagi ke Warga Terdampak Corona

 Pesta Pernikahan Bisa Diganti Berbagi ke Warga Terdampak Corona


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Anggota Komisi Fatwa MUI Aminudin Yakub menyebut bagi siapapun yang sedang melangsungkan pernikahan dan berencana melakukan perayaan pesta pernikahan, maka menurut dia perayaan pesta pernikahan ini bisa diganti dengan cara berbagi kepada warga miskin yang terdampak virus corona.

“Acara-acara perayaan pesta pernikahan bisa kita gantikan dengan cukup sajian makanan yang sedianya akan kita sajikan kepada para tamu undangan itu kita bagikan ke para tetangga kita,” ujar Aminudin dalam diskusi daring (9/4) dikutip Jumat (10/4/2020).

Ia berpandangan bahwa saat ini masih banyak warga miskin yang terdampak akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Untuk itu, ia berharap warga yang melangsungkan pesta pernikahan bisa ikut meringankan beban mereka.

“Terutama ketika sekarang sudah ada PSBB di mana ada masyarakat yang bekerja sebagai profesi pekerjaan informal dan mereka ini hanya biasa mendapatkan rezeki pada saat sekarang ini, sehingga banyak sekali orang yang jatuh miskin akibat wabah ini dampak ekonominya,” ujar Aminudin.

“Maka ini bisa kita salurkan makanan minuman yang sedianya kita bagikan untuk pernikahan itu dengan membantu para tetangga kita yang terkena dampak ekonomi akibat COVID-19. Sehingga, mereka bisa merasakan kebahagiaan kita dan mengurangi penderitaan mereka,” tambahnya.

Sebagai informasi saat ini pandemi global terus berlanjut, bahkan virus corona ini masih sangat sulit dikendalikan penularannya. Jumlah kasus pasien positif corona dan kematiannya dari hari ke hari semakin meningkat tajam. Bahkan, pada Jumat pagi, 10 April 2020, pasien meninggal dunia akibat virus Covid-19 di seluruh dunia hampir mendekati angka 100 ribu orang.

Dikutip dari Worldometer, secara keseluruhan virus corona telah menginfeksi 1.599.526 orang di berbagai negara. Amerika Serikat (AS) menjadi yang tertinggi dengan jumlah kasus pasien positif sebanyak 465.689 orang. Angka tersebut sangat jauh dengan Spanyol yang berada di posisi kedua dengan jumlah kasus 153.222 orang positif corona.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply