Persatuan Dunia Muslim Dinilai Perlu untuk Lindungi Hak-hak Muslim

 Persatuan Dunia Muslim Dinilai Perlu untuk Lindungi Hak-hak Muslim

Konferensi internasional “Persatuan Islam” (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Istanbul – Dalam rangka melindungi hak-hak Muslim di seluruh dunia, Ammar Hijazi, Asisten Menteri Urusan Multilateral Palestina turut berkomentar. Ia mengatakan bahwa konsistensi dan persatuan negara-negara mayoritas muslim diperlukan.

“Ada inkonsistensi dalam posisi dan tindakan kami, karena anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tidak bertindak serempak,” kata Ammar Hijazi. Saat ditemui dalam konferensi pers di Istanbul, Rabu (16/03), dilansir dari Anadolu News Agency.

Hijazi berpidato di sebuah seminar tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dihadapi oleh umat Islam. Seminar ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Kehakiman dan Luar Negeri Turki serta Komisi Hak Asasi Manusia Permanen Independen (IPHRC) OKI.

Pejabat Palestina itu mengecam keputusan beberapa negara untuk menormalkan hubungan dengan Israel. Namun, dia menekankan bahwa pihaknya berupaya mencari solusi berdasarkan rasa hormat, dialog dan harmoni.

Demikian diungkapkannya sembari menyerukan solidaritas dan dukungan untuk rakyat Palestina.

Dukungan untuk Korban Diskriminasi

Sementara itu, Yakup Mogul, Wakil Menteri Kehakiman Turki, mengatakan ada kebutuhan untuk berdiri di belakang siapa pun yang menghadapi diskriminasi.

“Jika kita tidak mengambil langkah, itu akan menjadi lebih buruk,” katanya, merujuk pada pendudukan tanah Palestina dan tindakan brutal Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Ia menyerukan agar ada langkah nyata saat menanggapi insiden Islamofobia di Eropa. “Kita seharusnya tidak membiarkan Eropa menjadi tempat yang tidak damai bagi umat Islam,” sambungnya.

Untuk memastikan hak-hak rakyat dilindungi, sistem PBB “harus lebih efektif” dan OKI juga “harus menjadi lebih efektif,” jelasnya.

Sebagai sebuah organisasi, lanjut dia, perlu bekerja sama serta meningkatkan kolaborasi dan menggunakan platform secara efektif. Mogul menambahkan Turki siap untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman” dengan anggota OKI lainnya.

Kepemimpinan Turki, Pakistan, Malaysia memuji

Haci Ali Acikgul, Ketua IPHRC OKI, mengatakan blok Muslim dan badan hak asasi manusianya tetap vokal. Dalam “mengutuk tindakan bermotivasi kebencian terhadap Muslim di seluruh dunia, dari Palestina hingga Kashmir, Nagorno Karabakh , India, Sri Lanka, Prancis, Selandia Baru, Republik Afrika Tengah, dan Myanmar.”

“Kami selalu menyoroti penderitaan saudara-saudara Muslim kami dan mendesak pemerintah masing-masing untuk melindungi hak asasi mereka,” ungkapnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply