Perempuan Baiknya Salat Tarawih di Rumah atau Masjid?

 Perempuan Baiknya Salat Tarawih di Rumah atau Masjid?

Salat Tarawih (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Salat tarawih adalah ibadah sunah muakkad di bulan Ramadan dan dikerjakan secara berjemaah. Meski begitu, jika dilakukan sendiri pun, sudah bisa mencukupi. Rasulullah saw bersabda mengenai salat tarawih perincian khusus salat tarawih bagi perempuan:

567 – حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا الْعَوَّامُ بْنُ حَوْشَبٍ، حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ، وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ»

Janganlah kalian cegah perempuan kalian dari pergi ke masjid, hanya saja rumah mereka itu lebih baik bagi mereka. (Sunan Abi Daud I/155)

Sepintas melalui hadis tersebut, perempuan lebih baik salat di rumah. Hanya saja, menurut komentator hadis ini, Ibnu Hajar Al-asqalani mengatakan:

وَوَجْهُ كَوْنِ صَلَاتِهَا فِي الْإِخْفَاءِ أَفْضَلَ تَحَقُّقُ الْأَمْنِ فِيهِ مِنَ الْفِتْنَةِ وَيَتَأَكَّدُ ذَلِكَ بَعْدَ وُجُودِ مَا أَحْدَثَ النِّسَاءُ مِنَ التَّبَرُّجِ وَالزِّينَةِ

Hadis di atas menjelaskan bahwa perempuan yang belum terjamin keamanannya dari fitnah lebih afdal salat tarawih di rumah. Apalagi jika perempuan tersebut pergi ke masjid dengan tabarruj dan bersolek diri, sebaliknya jika ia tidak bersolek diri maka boleh saja untuk salat tarawih di masjid. (Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari  II/349)

Perempuan yang Diperbolehkan dan Dilarang Tarawih ke Masjid

Dalam konteks salat tarawih, aman bagi perempuan sebab ada banyak jemaah perempuan yang juga pergi ke masjid. Hal ini sekaligus sebagai syiar Islam, maka boleh saja baginya untuk salat tarawih berjemaah di masjid.

Sejatinya, memakmurkan masjid tidak hanya dilakukan saat bulan Ramadan saja sehingga tujuan syiar sampai dan tersebar luas. Beberapa hal ini perlu diperhatikan oleh perempuan yang hendak melaksanakan salat tarawih berjemaah di masjid.

Imam Al-Baijuri menjelaskan:

)فرع) إذا أرادت المرأة حضور المسجد كره لها أن تمس طيبا وكره أيضا الثياب الفاخرة لحديث زينب الثقفية امرأة ابن مسعود رضي الله عنه وعنها قالت ” قال لنا رسول الله صلي الله عليه وسلم ” إذا شهدت احداكن المسجد فلا تمس طيبا ” رواه مسلم وعن أبى هريرة أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال ” لا تمنعوا اماء الله مساجد الله ولكن ليخرجن وهن تفلات ” رواه أبو داود باسناد صحيح علي شرط البخاري ومسلم وتفلات – بفتح التاء المثناة فوق وكسر الفاء – أي تاركات الطيب.

Ketika perempuan hendak menghadiri masjid, maka makruh baginya untuk memakai minyak wangi (yang berlebihan dan menimbulkan fitnah) dan pakaian kebanggaannya. Sebab adanya hadis yang diriwayatkan oleh Zainab Al-Tsaqfiyyah (istri Ibnu Mas’ud), bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;

“Ketika kalian melihat perempuan kalian di masjid, maka laranglah mereka untuk memakai minyak wangi.” Ditakhrij oleh Imam Muslim dalam sahihnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda;

”Janganlah kalian cegah perempuan kalian untuk menuju maajid, namun biarkanlah ketika mereka memang tidak memakai minyak wangi (yang berlebihan).” Abu daud meriwayatkan hadis ini, dan dianggap sahih sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Imam Bukhari. (Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab IV/199)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply