Penjelasan Soal Kesaksian Kesakian Baik Untuk Jenazah Sebelum Dikuburkan

 Penjelasan Soal Kesaksian Kesakian Baik Untuk Jenazah Sebelum Dikuburkan

Penjelasan Soal Kesaksian Kesakian Baik Untuk Jenazah Sebelum Dikuburkan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Habib Lutfi bin Yahya menerangkan selama masa hidup jenazah sebelum dikuburkan, pelayat harus mengucapkan kesaksian baik. Ulama karismatik asal Pekalongan, Jawa Tengah ini mengatakan bahwa hal tersebut dapat memudahkan mayat untuk dikuburkan.

Selain itu kata Habib Luthfi, juga dapat menghapus dosa-dosanya. “Kalimat baik akan mengangkat dan menolong si mayat untuk mendapatkan lebih mudah keringanan dikuburnya. Dan keringanan dosa-dosanya si mayat lakukan selama hidup di dunia,” kata Habib Luthfi. Ia menyampaikannya melalui video singkat yang diunggah akun Instagram @galleri_maha, dikutip Senin (28/03/2022).

Selama mayat akan dikuburkan, biasanya modin (tokoh agama) setempat yang bertugas pemimpin upacara pemakaman menanyakan beberapa hal kepada para pelayat. Hal ini terkait dengan amal muamalah si mayat, baik itu perbuatan selama hidupnya ataupun hutang-piutang.

“Di dunia Islam sangat luas sekali, apalagi diantaranya kalau di kampung saya di Jawa Tengah. Kalau ada orang meninggal para bapak ibu menjadi saksi si mayit ini baik atau buruk. Pasti akan mengatakan baik,” sambungnya.

Namun yang menjadi perhatian, menurut Habib Luthfi, ketika para pelayat bersaksi bahwa si mayat adalah orang baik. Maka jangan mengungkit-ngungkit keburukannya selama dia hidup di dunia.

“Kalau kita sudah berani mengatakan ya tolong jangan diungkit-ungkit yang dulu selesai finish tutup buku itu maksudnya. Sudah mati jangan diomongin. Kita sudah mengatakan baik tetapi kita tidak konsekuen. kasihan anak keturunannya,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply