Penggalan Burdah, Wirid Ijazah Mbah Wahab untuk Berbagai Hajat

 Penggalan Burdah, Wirid Ijazah Mbah Wahab untuk Berbagai Hajat

HIDAYATUNA.COM – KH. Jamaluddin Ahmad Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhibbin Tambakberas Jombang dalam salah satu pengajian menceritakan tentang salah satu wirid andalan Almaghfurlah KH. Abdul Wahab Hasbullah (Pendiri Nahdlatul Ulama).

Kiai Jamal bercerita saat beliau dulu remaja dan masih “nyantri” di Tambakberas, KH. Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab setiap ada ide dari NU yang ingin disampaikan kepada Presiden Soekarno selalu mengumpulkan santri dan meminta mereka agar setiap habis shalat maghrib membaca penggalan Qasidah Burdah yaitu Huwal Habib.

هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ

Jangan berhenti sebelum aku pulang dari Jakarta” cerita Kiai Jamal menirukan perkataan Mbah Wahab.

Ketika Mbah Wahab sudah datang dari Jakarta lantas para santri di kumpulkan kembali dan beliau berkata bahwa Alhamdulillah usulan beliau kepada Presiden Soekarno diterima dengan baik. Begitulah yang selalu Mbah Wahab perintahkan kepada para santrinya ketika beliau mempunyai suatu kepentingan.

Lantas suatu saat Kiai Jamal dipanggil oleh Mbah Wahab dan beliau berkata kepada Kiai Jamal “Mal, baca Huwal Habib, wirid ini ampuh. Kalau tidak percaya coba saja sendiri” ucap Mbah Wahab.

Kiai Jamal bercerita bahwa beliau lantas membaca wirid Huwal Habib tersebut 1000 kali setiap ada hajat (lebih banyak dari yang diminta Mbah Wahab yaitu 100 kali) dan alhamdulillah setiap hajat beliau selalu dikabulkan oleh Allah SWT.

Bahkan beliau bercerita dahulu sering menggunakan wirid Huwal Habib ini untuk hal yang ringan-ringan seperti agar tidak membayar ongkos bis saat pulang maupun kembali dari pesantren.

Kiai Jamal melanjutkan cerita tentang luar biasanya wirid Huwal Habib ini. Beliau mempunyai paman bernama sahad yang ingin kuliah namun tidak mempunyai dana, akhirnya Kiai Jamal dan Sahad serta beberapa temannya membaca wirid tersebut dan berangkat ke Kota Jogjakarta.

Walhasil disana Sahad diterima oleh KH. Anwar Musaddad dan diminta mengasuh cucunya dengan imbalan dikuliahkan sampai lulus. Subhanallah

Saya membangun pesantren (Al-Muhibbin – Tambakberas) sebesar ini sekaligus masjidnya itu hanya 3 tahun, begitu juga rumah dan masjid di sambong (dekat kota Jombang) 1 tahun sudah berdiri” (diantaranya karena wirid Huwal Habib 1000 kali). tutur Kiai Jamal.

Beliau lantas mengijazahkan cara pelaksanaan wirid ini dimulai dengan melaksanakan shalat hajat dan dilanjutkan membaca tawasul berikut. “Ini di ijazahkan dari Mbah Wahab Hasbullah” tegas Kiai Jamal.

Urutan dan Tata Cara Membacanya

Wirid ini diawali dengan tawasul yang harus dibaca lengkap sebagai berikut :

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ الِهِ وَجَمِيْعِ أَزوَاجْهِ وَذُرِيَّتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ وَأَصْحَابِ
إلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأنْبِيآءِ وَالْمُـرْسَلِـْين أوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْن
وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينْ وَالْعُلَمآءِ الْعَامِلِـيْن والمُصَنِّفِينْ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْ
إلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ أوْلِيَآءِاللهِ تَعَالَى وَجَمِيْعِ الْمُسـْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمـَاتِ
خُصُوْصًا إلَى سُلْطَنُ الأوْلِيَآء شَيْخِ عَبْدُالْقَادِرْ الْجَيْلاَنِ
وَإلَى حَضْرَةِ شَيْخِ مُحَمَّد اَلْبُوْصِيْرِى
وَإلَى حَضْرَةِ شَيْخِ عَبْدُ الْوَهَّابْ حَسْب ُالله
وَإلَى حَضْرَةِ شَيْخِ جَمَالُ الدِينْ أَحْمَدْ
وَإلَى حَضْرَةِ وَالِدَيَّ
11 kali لَهُمُ الفاتحة

Setelah membaca Al-Fatihah 11 kali dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq dan Ayat Kursi masing-masing 3 kali. Setelah membaca seluruh surah ini baru dimulai membaca Qasidah Burdah berikut 3 kali :

مَوْلَايَ صَلِّي وَسَلِّـمْ دَآئِــماً أَبَـدًا ۞ عَلـــَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Kemudian membaca bait selanjutnya sebanyak 100 kali :

هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ

Dan ditutup dengan kembali membaca Maulaya Sholli 3 kali dan Huwal Habib 1 kali. Baru setelahnya berdoa sesuai dengan maksud dan tujuan kita. Wallahu ‘Alam

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=29qVtD9DsyE&feature=youtu.be

Redaksi

Terkait

Leave a Reply