Pria di Video Viral Ancaman Terorisme Poso Dipastikan Adalah Ali Kalora

 Pria di Video Viral Ancaman Terorisme Poso Dipastikan Adalah Ali Kalora

HIDAYATUNA.COM – Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta memastikan teroris Poso dalam video viral adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora, pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Video itu dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur, pimpinan Ali Kalora, dia pengganti Santoso yang sudah tewas tertembak satgas Tinombala,” kata Stanislaus, Senin (20/4/20).

Lebih lanjut Stanislaus mengatakan bahwa video tersebut muncul sebagai respon kelompok teroris tersebut atas kontak senjata yang terjadi dan menewaskan dua anggota kelompok tersebut oleh polisi di Jalan Lingkar wilayah Kayamaya, Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Sebelumnya sebuah video berdurasi 32 detik yang beredar di jagat maya pada 18 April 2020 lalu sempat menjadi perhatian publik. Video tersebut juga sempat diunggah oleh politisi sebuah partai politik.

Video tersebut memperlihatkan seorang lelaki yang mengaku sebagai Mujahidin Poso mengajak para jihadis untuk tidak gentar maju melawan musuh Allah.

“Salam, kami dari Mujahidin Poso untuk kalian semua mujahidin di Indonesia untuk bersabar dan teguh di atas jalan jihad, tetap berusaha untuk memerangi musuh-musuh Allah dimanapun kalian berada,” kata pria tidak dikenal itu sambil mengacungkan tangan ke arah kamera.

Pemeran dalam video yang diduga kuat adalah Ali Kalora itu juga mengatakan bahwa mereka sudah dekat dengan kemenangan dalam perjuangan melawan Thogut dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda.

Video tersebut juga berisi ancaman terhadap bantan Polisi (Banpol).

Terkait tewasnya dua terduga teroris MIT dalam baku tembak usai penyerangan terhadap Polisi waktu lalu, Stanislaus juga menyayangkan respon masyarakat setempat yang justru seakan menunjukkan pembelaan terhadap teroris bahkan muncul bendera ISIS saat jenazah mereka akan dimakamkan.

Stanislaus juga meyakini, kelompok teroris tersebut tengah menaikan tensinya sebagai bentuk mencari pahala di bulan Ramadan. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply