Pengamat Intelijen: Di Tengah Pandemi Tetap Waspada Potensi Terorisme

 Pengamat Intelijen: Di Tengah Pandemi Tetap Waspada Potensi Terorisme

HIDAYATUNA.COM – Pengamat intelijen Ridwan Habib mengingatkan akan perlunya rasa waspada di saat situasi sulit yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Kewaspadaan tersebut bukan hanya terkait penyebaran virus ini tetapi juga kemungkinan adanya tindak kejahatan akibat kesulitan dan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat serta pemanfaatan situasi panik dan

“Semua perlu waspada karena situasi sulit bisa memicu kejahatan, termasuk tindakan terorisme,” kata Ridlwan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya aparat tidak boleh lengah dalam kondisi yang sulit seperti sekarang ini, harus tetap mewaspadai adanya potensi terorisme dan radikalisme ekstrim. Terlebih mengingat Maret lalu Densus 99 Mabes Polri berhasil membongkar dan menangkap jaringan terorisme yang merupakan anggota Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Batang, Jawa Tengah.

“Ancaman terorisme dan radikalisme ekstrim juga harus menjadi perhatian disamping upaya pemerintah mengatasi wabah Corona,” ujarnya.

Di sisi lain Kementerian Hukum dan HAM juga mengambil kebijakan untuk membebaskan puluhan ribu tahanan lapas untuk meminimalisir adanya penularan Covid-19 di lembaga pemasyarakatan.

Meskipun pembebasan akibat pandemi covid-19 tersebut dilakukan melalui seleksi yang ketat termasuk mengecualikan narapidana kasus terorisme, akan tetapi perlu adanya rasa waspada juga akan kontaminasi paham radikalisme terhadap narapidana kasus non-terorisme dan juga perekrutan terorisme yang dilakukan di dalam lapas.

Ridwan mencontohkan kasus Bom Thamrin dimana pelaku eksekutor pengeboman sebelumnya adalah seorang narapidana kasus curanmor yang direkrut oleh JAD. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply