PBB: Saat Ini Yaman Sedang Berada Pada Situasi yang Genting

 PBB: Saat Ini Yaman Sedang Berada Pada Situasi yang Genting

Persatuan Bangsa Bangsa atau biasa disebut PBB menjelaskan bahwa saat ini Yaman sedang berada pada situasi yang genting

HIDAYATUNA.COM – Martin Griffiths, seorang utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, mengatakan bahwa saat ini posisi Yaman sedang berada di persimpangan, ketika puluhan ribu orang di Provinsi Al-Jawf berusaha melarikan diri setelah terjadinya bentrokan sengit disana.

Pada awal bulan ini, pemberontak Houthi di Yaman telah merebut Ibukota Provinsi Al-Jawf, Al-Hazm, setelah melalui pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah, yang akhirnya mengakhiri status ketenangan sementara di Yaman, yang sempat meningkatkan adanya harapan untuk pengurangan jumlah tindakan kekerasan yang lebih permanen.

“Dalam pandangan saya, Yaman saat ini sedang berada di titik kritis, yaitu kita akan membungkam seluruh senjata (di Yaman) dan melanjutkan proses politik, atau kita akan kembali lagi ke konflik berskala besar,” kata Martin Griffiths saat berkunjung ke provinsi Ma’arib.

“Pertempuran perlu dihentikan saat ini juga. Petualangan militer dan usaha mencari keuntungan teritorial adalah sia-sia. Mereka hanya akan menyeret Yaman kepada konflik yang akan berlangsung bertahun-tahun lagi ke depannya,” katanya kepada wartawan.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai di Al-Jawf telah membuat puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggalnya dan mengungsi ke provinsi Ma’arib.

“ICRC dan Red Crescent Society di Yaman telah membantu sekitar 70.000 orang, atau 10.000 keluarga, dengan menyediakan bahan makanan, tenda, selimut, jerigen, bak cuci, dan peralatan kebersihan,” kata badan itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu.

“Di kegubernuran Al-Jawf, peningkatan jumlah bentrokan telah menghambat upaya (kami) untuk membantu para pasien dan mereka-mereka yang membutuhkan,” tambah pernyataan tersebut.

Dengan jatuhnya kota strategis Al-Hazm ke tangan pemberontak Houthi, secara tidak langsung memiliki arti bahwa saat ini keberadaan para pemberontak itu telah mengancam status provinsi Ma’arib yang terkenal kaya akan minyak.

Perlu diketahui, pemerintah Yaman yang telah diakui secara internasional telah berperang melawan pemberontak Houthi sejak tahun 2014, ketika mereka (Houthi) merebut ibukota Sanaa dan sebagian dari negara Arab yang miskin.

Sejak koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada bulan Maret 2015, puluhan ribu orang yang sebagian besar adalah warga sipil telah terbunuh, dan jutaan orang telah terlantar, dalam apa yang disebut oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply