Para Mualaf di India Keluhkan Sulitnya Mendapat Pekerjaan

 Para Mualaf di India Keluhkan Sulitnya Mendapat Pekerjaan

Kontes hijab queen akan digelar di Italia (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, India – Para mualaf di Tamul Nadu, India menyayangkan kebijakan Komisi Pelayanan Publik Tamil Nadu (TNPSC) yang dirasa terlalu diskriminatif. Hal itu lantaran kelompok muslim tidak diberi tempat untuk bekerja di instansi pemerintahan.

Para tokoh masyarakat mengatakan, para mualaf ini dimasukkan dalam kategori ‘lainnya’ yang merupakan kuota umum untuk pekerjaan pemerintah menurut TNPSC.

Orang Kristen yang bertaubat dianggap sebagai bagian dari kelas terbelakang. Bahkan jika mereka dikelompokkan dalam kasta terjadwal sebelum pertobatan.

MH Jawahirullah, MLA dan anggota Manithaneeya Makkal Katchu telah membawa masalah ini ke hadapan Menteri Keuangan Tamil Nadu Palanivel Thiagarajan.

Mantan hakim pengadilan tinggi Madras, Hakim (Rtd) GM Akbar Ali juga telah meminta menteri keuangan negara. Pengadilan yang memegang portofolio Manajemen Sumber Daya Manusia untuk memperbaiki anomali tersebut.

“Orang-orang yang telah masuk Islam harus dapat mendaftarkan diri mereka sebagai Muslim kelas terbelakang dan kami terus memantau situasi. Tetapi tidak ada yang terjadi di tingkat bawah,” ujarnya seperti dikutip dari laman Deccan Herald, Jumat (1/4/2022).

Pesan Pemerintah India untuk Para Mualaf

Dia mengatakan, mereka yang memilih menjadi Muslim yang pindah agama mendapatkan pesan dari pemerintah bahwa mereka akan dianggap sebagai lainnya (kategori terbuka). Mantan hakim mengatakan, tidak ada demarkasi seperti itu untuk orang-orang Kristen yang bertaubat.

Hakim (Rtd) Akbar Ali mengatakan, ada beberapa keputusan dan penilaian yang mencakup status mualaf dan menyontohkan Aariffa vs sekretaris pemerintah India. Dia mengatakan, jelas tidak ada perubahan kasta atau kelas melalui pernikahan.

Pensiunan hakim pengadilan tinggi itu mengatakan, kasta maju akan tetap menjadi kasta maju dan tidak akan menjadi BC, MBC, atau SC. BC akan tetap menjadi BC dan tidak akan menjadi MBC atau SC dan MBC akan tetap menjadi MBC dan bukan SC.

Dia mengatakan bahwa dengan kondisi seperti itu mereka yang berpindah dari SM, MBC, dan SC menjadi Muslim harus dipertimbangkan di bawah kelompok itu,. Bukan kategori lainnya bagi semua Muslim yang masuk Islam. Dia juga mengatakan, ini tidak berlaku bagi orang Kristen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Tamil Nadu, Thiagarajan mengatakan kepada media di Chennai pada Senin dan mengatakan, TNPSC adalah badan otonom dan semua masalah ini bergantung pada TNPSC.

Dia mengaku menunggu jawaban dari TNPSC dan setelah itu akan menyelesaikan masalah ini. Dia juga mengatakan, masalah ini akan dibawa ke hadapan Ketua Menteri Tamil Nadu, Muthuvel Karunanidhi Stalin begitu kembali dari perjalanannya dari Uni Emirat Arab (UEA).

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply