Palestina Longgarkan Aturan Pembatasan, Masjid-Masjid Kembali Dibuka

 Palestina Longgarkan Aturan Pembatasan, Masjid-Masjid Kembali Dibuka

HIDAYATUNA.COM – Mulai hari ini (Selasa, 26-5-2020), setelah melihat adanya penurunan yang stabil akan kasus virus corona di wilayah Tepi Barat, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, mengumumkan bahwa aturan pembatasan di wilayah tersebut akan mulai dilonggarkan.

Masjid, gereja dan lini bisnis yang berada di wilayah Tepi Barat akan diizinkan untuk dibuka kembali setelah dua bulan di lockdown, yang dimulai setelah munculnya kasus pertama dari virus corona di kota Betlehem pada bulan Maret lalu.

“Pelonggaran dalam aturan-aturan dan juga proses untuk kembali ke kehidupan yang normal secara bertahap, akan dilaksanakan dengan tetap berhati-hati,” kata Shtayyeh, pada hari Senin kemarin.

Perdana Menteri Palestina menekankan bahwa walaupun tingkat penyebaran COVID-19 telah melambat, yang akhirnya memungkinkan pemerintah untuk melonggarkan aturan-aturan pembatasannya, langkah-langkah social distancing yang ada masih akan tetap diterapkan.

Shtayyeh juga memperingatkan bahwa jika ke depannya ada peningkatan kasus yang signifikan untuk wilayah Tepi Barat, aturan-aturan pembatasan akan langsung diterapkan kembali.

Perlu diketahui, pembukaan kembali dari tempat-tempat peribadatan, toko-toko dan juga pabrik-pabrik pada hari ini, akan bertepatan dengan hari terakhir liburan Idul Fitri yang telah menandai akhir dari bulan suci Ramadan pada tahun ini.

Shtayyeh pun menambahkan bahwa kantor-kantor kementerian dan pemerintahan akan dibuka kembali pada hari Rabu besok, dan pos-pos checkpoint yang dibuat untuk membatasi lalu lintas antar kota-kota di wilayah Tepi Barat akan dihapus.

Sarana transportasi umum dan taman-taman juga akan dibuka kembali, seperti halnya dengan kafe-kafe dan restoran, yang akan tetap tunduk pada ‘pembatasan baru’ yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Status lockdown di wilayah Tepi Barat seharusnya telah dijadwalkan untuk tetap berlaku hingga tanggal 5 Juni nanti, tetapi akhirnya dimajukan lebih awal dengan adanya penurunan angka kasus-kasus baru dari virus corona yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.

Hingga saat ini Kementerian Kesehatan Palestina telah mengkonfirmasi adanya 423 kasus COVID-19 yang telah tercatat dan juga 3 kematian di wilayahnya. (Middleeasteye.net)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply