Palestina Kecam Serangan Israel untuk Rakyat Selama Puasa

 Palestina Kecam Serangan Israel untuk Rakyat Selama Puasa

Sengketa Palestina-Israel Persoalan Simbolisme dan Dogmatis (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yerusalem – Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengecam keras serangan yang dilakukan Israel selama bulan suci Ramadan di Yerusalem dan Masjidil Aqsa.

Dia menyerukan komunitas internasional agar serangan tersebut dapat dihentikan. Hal itu sebagaimana laporan dari Wafa, dikutip Rabu (06/04/2022).

“Eskalasi Israel terhadap Palestina, yang mencakup pembunuhan, penyiksaan, penangkapan, dan membiarkan pemukim melakukan kejahatan. Menimbulkan risiko besar bagi keamanan dan stabilitas di kawasan itu,” kata Shtayyeh selama pertemuan kabinet mingguannya.

“Israel mengizinkan pemukim membawa senjata dan membunuh warga Palestina jika melawan,” sambungnya.

Jemaah Palestina secara rutin dilarang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa. Sementara aktivis sayap kanan Israel dan pemukim diizinkan untuk berbaris di dalam di bawah perlindungan polisi bersenjata Israel dan tentara pendudukan.

Shtayyeh menambahkan bahwa dia menganggap Israel “bertanggung jawab penuh atas konsekuensi serius akibat eskalasi ini.”

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kemarin juga mengutuk eskalasi serangan kekerasan harian Israel terhadap warga Palestina.

Organisasi itu meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, “untuk memaksa Israel mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional. Juga mematuhi perjanjian dan konvensi internasional, untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina.”

Seruan itu muncul setelah tentara Israel menyerbu Gerbang Damaskus, salah satu gerbang di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki, pada Minggu malam. Untuk malam kedua berturut-turut, menahan 13 warga Palestina dan melukai 20 lainnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply