Myanmar Bebaskan Jurnalis dari Tuduhan Terorisme

 Myanmar Bebaskan Jurnalis dari Tuduhan Terorisme

HIDAYATUNA.COM – Seorang jurnalis Myanmar, Nay Myo Lin yang ditangkap atas tuduhan terorisme setelah menerbitkan wawancara dengan juru bicara kelompok pemberontak Angkatan Darat Arakan akhirnya dibebaskan pada hari Kamis (9/4/20). Dalam keterangannya ia mengatakan bahwa kepolisian telah menghentikan kasus tersebut.

Nay Myo Lin merupakan pemimpin redaksi Voice of Myanmar. Ia didakwa dengan Undang-Undang Terorisme pekan lalu oleh pengadilan di kota terbesar kedua, Mandalay. Hal tersebut terkait dengan hasil wawancara dengan kelompok AA yang telah diumumkan sebagai teroris oleh otoritas berwenang di negara tersebut .

Dilansir dari Reuters, Kepolisian Mandalay menolak mengomentari pembebasannya ketika dihubungi melalui telepon. Reuters tidak dapat menghubungi pengadilan untuk memberikan komentar. Seorang juru bicara pemerintah menolak berkomentar.

Nay Myo Lin mengatakan kepada Reuters bahwa polisi telah mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan menuntut kasus tersebut di bawah UU Terorisme, tetapi jurnalis Myanmar itu telah diminta untuk menandatangani sebuah perjanjian kerja sama dengan ketentuan lebih lanjut.

Tentara Myanmar telah mengajukan beberapa kasus dalam beberapa tahun terakhir terhadap wartawan dan organisasi berita yang meliput konflik di Rakhine, di mana sekitar 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari penumpasan militer pada 2017. (AS/Hidayatuna.com)
[13:54, 4/11/2020] Pmii Sule: PWNU Sumsel Bentuk Tim Persiapan Membangunan Universitas

HIDAYATUNA.COM, Palembang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan berencana membangun lembaga pendidikan tiggi di Kota Palembang. Untuk membangun lembaga tersebut PWNU Sumsel telah membentuk tim persiapan pembangunan.

Rencana pembangunan perguruan tinggi tersebut menurut pihak PWNU Sumsel dikarenakan belum adanya lembaga pendidikan tinggi NU di wilayah provinsi Sumatera Selatan. Sementara kebutuhan akan pendidikan tinggi di nilai besar di wilayah tersebut.

“Lembaga pendidikan yang dimiliki NU di provinsi ini paling tinggi tingkat SMA sederajat, melihat kebutuhan pendidikan tinggi yang besar dan merencanakan mengembangkannya dengan membangun universitas,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Sumsel, Amirudin Nahrawi, di Palembang, Jumat (10/4/20).

Dia menjelaskan, secara nasional NU memiliki pengalaman membangun lembaga pendidikan tingkat dasar hingga universitas, sehingga tidak terlalu sulit untuk merealisasikan rencana tersebut.

Melalui lembaga pendidikan tinggi itu, diharapkan NU bisa mencetak sumberdaya manusia yang dapat mendukung pemanfaatan potensi daerah yang cukup berlimpah.

Sumsel memiliki potensi daerah yang cukup berlimpah seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, serta pertanian.

“Universitas yang akan dibangun NU Sumsel diarahkan mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki provinsi ini,” ujar Amirudin.

Ia berharap tim persiapan pembangunan yang telah dibentuk dapat melakukan berbagai persiapan dengan cepat, sehingga rencana itu bisa direalisasikan dalam satu atau dua tahun ke depan. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply