Muslim Kanada Galang Dana Tempat Penampungan Wanita di Winnipeg

 Muslim Kanada Galang Dana Tempat Penampungan Wanita di Winnipeg

Muslim Kanada Bentuk Gerakan Beri Makan 6000 Keluarga (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Kelompok Muslim Kanada menggalang dana untuk membuka tempat penampungan baru bagi wanita Muslim di Winnipeg. Winnipeg merupakan ibukota dari provinsi Manitoba yang menjadi tempat tinggal para imigran dari berbagai negara di Kanada sejauh ini.

“Misalnya, wanita yang menganut agama Islam, wanita yang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Wanita dan anak-anak yang berasal dari latar belakang budaya atau agama yang berbeda– kebutuhan mereka tidak terpenuhi,” kata Zena Chaudhry, Chief Executive Officer Sakeenah Homes, dilansir dari CTV News, dikutip Jumat (11/03/2022).

“Kami memiliki klien yang akan datang dan berkata, ‘Saya berada di penampungan tertentu dan seseorang menjadi sangat Islamafobia. Mereka akan merobek jilbab saya. Mereka tidak mengizinkan saya berdoa, mereka tidak mengizinkan saya berpuasa.’ Dan ini adalah hal-hal yang terus kami dengar selama empat setengah tahun terakhir,” ujar Chaudhry.

Sakeenah Homes, didirikan pada tahun 2018, telah mengoperasikan perumahan transisi dan mendukung wanita Muslim dan anak-anak mereka di Toronto, Mississauga, Brampton, dan Ottawa.

Chaudhry mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk membuka fasilitas di Winnipeg setelah melihat peningkatan kebutuhan an an.

“Kami telah melihat kebutuhan dalam dua setengah tahun terakhir di Winnipeg meningkat. Artinya, volume panggilan kami dari Winnipeg meningkat, jumlah klien yang kami lihat di Winnipeg meningkat,” jelasnya.

Dukungan untuk Wanita dan Anak-anak

Menjelang akhir tahun, kelompok tersebut telah meluncurkan penggalangan dana online dengan tujuan $25.000. Mereka memperkirakan bahwa fasilitas tersebut akan menelan biaya mulai dari $ 150.000 hingga $ 250.000 untuk dijalankan setiap tahun.

“Saya selalu melihat bahwa setiap kali ada kebutuhan yang sebenarnya dan kami telah bersiap untuk melakukan sesuatu, entah bagaimana ketentuan itu datang. Kami mampu melakukannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada juga kelompok Muslim lain yang menawarkan dukungan untuk wanita yang melarikan diri dari pelecehan.

Nisa Homes, kelompok lain yang berbasis di Mississauga, juga menawarkan rumah transisi bagi wanita dan anak-anak Muslim. Imigran dan pengungsi yang mencari perlindungan setelah melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga.

Nisa Homes dirintis oleh National Zakat Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menghimpun donasi dari umat Islam. Lalu memberikannya kepada umat Islam lainnya yang membutuhkan.

Kelompok ini mengoperasikan empat tempat penampungan di seluruh Kanada; di Mississauga, Ontario., Surrey, BC, Windsor, Ontario., dan Calgary. Rumah-rumah tersebut menampung antara delapan hingga 12 wanita sekaligus.

Cendekiawan Muslim menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga bertentangan dengan ajaran Islam.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply