Muslim Belanda: Pemerintah Berhenti Gunakan Istilah Salah ‘Idul Fitri’

 Muslim Belanda: Pemerintah Berhenti Gunakan Istilah Salah ‘Idul Fitri’

Muslim Belanda ingatkan pemerintah tak gunakan istilah yang salah untuk Idul Fitri (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Belanda – Umat Muslim di Belanda menginginkan Kementerian Hukum dan Keamanan berhenti menggunakan istilah yang tidak benar “Pesta Gula” untuk Idul Fitri. Badan Kontak untuk Muslim dan Pemerintah (CMO), akan mengangkat masalah ini dalam konsultasi reguler berikutnya.

Kemitraan lebih dari 380 masjid dan sepuluh organisasi payung Islam di negara itu, akan berkonsultasi dengan Kementeriana pada 15 Juni mendatang. Menurut CMO, “Gula Pesta” tidak adil untuk Idul Fitri, perayaan di akhir Ramadhan.

Idul Fitri secara harfiah berarti “hari raya berbuka puasa.” CMO melihat masyarakat semakin tidak nyaman dengan kemeriahan akhir puasa Ramadan yang hanya dikaitkan dengan makan manisan di Belanda.

“Istilah ‘Perjamuan Gula’ tidak ada hubungannya dengan perasaan Ramadan,” kata ketua CMO Mushin Koktas dilansir dari IQNA, Rabu (5/5/2022).

Pada akhir April, Menteri Sosial Karien van Gennip sudah menggunakan istilah Idul Fitri dalam pidatonya tentang buka puasa. “Itu bukan karena kebijakan pemerintah atau undang-undang,” kata juru bicara Kementerian.

“Dalam hal ini, itu adalah pilihan untuk terhubung dengan grup tempat kami menjadi tamu,” imbuhnya.

Tapi Idul Fitri akhirnya bisa menjadi istilah utama yang digunakan, tambah juru bicara itu. “Bahasa adalah makhluk hidup dan menyesuaikan dengan kebutuhan suatu kelompok.”

 

 

Sumber: nltimes.nl/IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply