Muslim 102 Tahun Ini Galang Dana untuk Pengungsi Ukraina

 Muslim 102 Tahun Ini Galang Dana untuk Pengungsi Ukraina

Muslim 102 Tahun Galang Dana untuk Pengungsi Ukraina (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, London – Dabirul Islam Choudhury berusia 102 tahun memberi mendukung bagi pengungsi Ukraina. Ia melakukan galang dana amal di bulan Ramadan dan menyapa orang-orang seluruh dunia dari rumahnya di London Timur.

Berkat kerja kerasnya, ia dianugerahi OBE karena mengumpulkan £420.000 selama pandemi. Ia juga mengundang anggota komunitas Ukraina untuk mengheningkan cipta selama 102 detik pada Sabtu lalu.

Lebih dari 300 kota di seluruh dunia dan negara-negara termasuk mayoritas penduduknya Muslim, kecuali Kanada. Negara seperti Bangladesh, India, Pakistan, dan Turki berpartisipasi dalam kegiatan amal tersebut.

Choudhury mengatakan ia tergerak untuk memprakarsai kegiatan amal. “Saya memiliki simpati penuh dan dukungan penuh untuk mereka,” katanya kepada Sky News, dikutip Rabu (20/04/2022).

“Saya berdoa untuk mereka. Mereka harus berhenti. Mereka harus saling memahami. Bertengkar tidak akan pernah menyelesaikan masalah,” imbuhnya.

Dalam sebuah wawancara di kantor berita PA, dia mengatakan dalam keheningan 102 detik: “Satu menit bukanlah apa-apa, kami mendukung mereka dengan tanda satu menit.

“Saya akan memberitahu umat manusia untuk membantu orang lain dan Tuhan akan membantu orang lain.”

Choudhury menjadi OBE dalam daftar penghargaan ulang tahun Ratu Elizabeth setelah mengumpulkan £420.000 untuk bantuan COVID-19 pada tahun 2020.

Terinspirasi oleh Kapten Sir Tom Moore, ia membuat tantangan 100 putaran di sekitar taman komunalnya saat berpuasa di bulan Ramadhan.

Choudhury menyumbangkan £116.000 ke NHS dan sisanya ke 30 badan amal di 52 negara sebagai bagian dari inisiatif krisis COVID-19 Komitmen Keluarga Ramadan (RFC).

Pada tahun 2021, ia mengumpulkan £103.000 dalam tantangan jalan kaki global saat berpuasa Ramadan. Aksinya tersebut untuk mengumpulkan dana guna membantu keluarga dan korban yang terkena dampak COVID-19 di seluruh dunia.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply