MUI Medan: Kita Berharap Idul Fitri Dimeriahkan Suara Takbir, Tapi Hindari Keramaian

 MUI Medan: Kita Berharap Idul Fitri Dimeriahkan Suara Takbir, Tapi Hindari Keramaian

HIDAYATUNA.COM, Medan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Mohammad Hatta mengatakan pihaknya berharap warga tak menggelar takbiran keliling saat malam lebaran tahun ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Medan.

Sebagai gantinya untuk memeriahkan Idul Fitri, menurutnya takbiran dapat di gelar di masjid-masjid, mushala atau di rumah saja.

“Menghindari untuk penyebaran COVID-19 ini, untuk tidak berkumpul-kumpul, maka kita minta supaya masyarakat yang Islam terutama untuk tidak melaksanakan takbiran keliling. Cukup hanya di masjid-masjid, surau, langgar dan rumah saja. Kita berharap hari raya Idul Fitri ini dimeriahkan oleh suara takbiran tapi menghindari masyarakat berkumpul ramai-ramai dalam konvoi dan sebagainya,” terang Mohammad Hatta dalam keterangannya, Senin (18/5/20).

Hatta pun menyampaikan bahwa pihak MUI Medan telah mengeluarkan tausiah untuk tuntunan ibadah Idul Fitri. Pihaknya tetap berharap masyarakat akan dapat menyambut Idul Fitri dengan meriah walau harus menjaga jarak sosial.

“Kami sudah keluarkan tausiah untuk tuntutan ibadah Idul Fitri, salah satunya kita sebutkan untuk menyambut Idul Fitri ini sambut dengan meriah, dengan mengagungkan nama Tuhan melalui takbir karena itu merupakan suruhan agama kita, surat Al-Baqarah 185. Kita minta supaya takbiran digaungkan melalui masjid-masjid, musala-musala dan rumah masing-masing,” kata Hatta.

Hatta mengatakan perintah untuk mengumandangkan takbir tersebut berlaku secara umum, yang artinya tak ada aturan khusus soal tempat bertakbir. Dia pun meminta warga menahan diri untuk tidak melakukan takbiran keliling di tengah pandemi. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply