Mirip di Sinetron, Bayi dari Keluarga Muslim dan Hindu Ini Tertukar

 Mirip di Sinetron, Bayi dari Keluarga Muslim dan Hindu Ini Tertukar

Mirip di Sinetron, Bayi dari keluarga Muslim dan Hindu Ini Tertukar


HIDAYATUNA.COM, India – Selama ini mungkin kita mengira bahwa kisah bayi tertukar itu hanya ada di dalam sinetron. Tapi di India, peristiwa ini nyata terjadi. Dimana bayi dari keluarga muslim tersebut tertukar dengan bayi dari keluarga Hindu. Keduanya sama-sama menjalani persalinan di rumah sakit Assam, India pada 2015 silam.

Tiga tahun kemudian tepatnya pada 2017, kasus bayi tertukar ini baru terungkap. Sedari awal Salma Parbin ibu dari keluarga muslim itu sudah curiga sejak membawa bayinya pulang ke rumah.

Ia merasa bahwa bayi yang ia bawa pulang ke rumah itu bukan anak kandungnya. Sehingga ia meminta kepada suaminya Shahabuddin Ahmed untuk mengkonfirmasi ke rumah sakit tempat bersalin. Namun pihak rumah sakit membantah tidak ada yang tertukar antar bayinya dengan bayi lain. Sebaliknya pihak rumah sakit menuding Salma Parbin sakit jiwa.

“Istri saya bilang, ini bukan anak kami. Ia mengatakan, mungkin bayi kami tertukar,” ucap Ahmed dilansir dari BBC dikutip Selasa (7/7/2020).

Ahmed sendiri awalnya tak yakin kalau anaknya tertukar, namun istrinya yakni si Salma ngotot jika bayi yang ia asuh itu bukan bayinya.

Salma mengatakan kepadanya bahwa wajah anaknya yang diberi nama Jonait, tidak mirip dengannya. Wajah Jonait kata Salma lebih mirip dengan wajah seorang wanita, yang melahirkan di rumah sakit yang sama dengan dirinya.

Setelah pihak rumah sakit membantah, keluarga ini tetap tak menyerah. Ia mengeluarkan petisi agar rumah sakit tempat bersalinnya mengeluarkan data rinci saat proses persalinan di rumah sakit tersebut.

Akhirnya diketahui ada 7 bayi yang lahir bersamaan di rumah sakit tersebut. Dari situ ia mendapatkan informasi dari keluarga bayi-bayi tersebut. Diantaranya adalah keluarga Shewali Boro dan suaminya, Anil yang tinggal di desa kesukuan, yang letaknya sekitar 30 meter dari rumah Salma dan Ahmed.

Keluarga Shewali berasal dari keluarga Hindu. Ahmed akhirnya datang ke desa tersebut, namun ia merasa tak tega memberitahu keluarga Shewali bahwa bayi mereka tertukar. Ahmed akhirnya meninggalkan sebuah surat, yang di dalamnya ada penjelasan bahwa bayi mereka tertukar. Ahmed juga meninggalkan nomor telepon, agar keluarga Shewali bisa menghubunginya.

Berbeda dengan keluarga Ahmed dan Salma, Shewali dan Anil justru tak menaruh curiga sama sekali kepada bayi yang mereka bawa pulang. “Pertama kali melihat Jonait, saya menyadari wajahnya mirip suami saya. Saya sedih dan menangis,” ungkap Shewali.

Saat bertemu, Salma langsung yakin bahwa anak yang dibawa Shewali dan diberi nama Riyan itu adalah anaknya. Kemudian, pada akhir 2015, Ahmed melaporkan kasus itu ke polisi untuk diselesaikan.

Berdasarkan tes DNA yang sudah dilakukan pada November 2016, ternyata bayi dua keluarga ini benar tertukar sejak lahir. Dari sidang di pengadilan yang digelar pada awal 2017, meminta kedua keluarga untuk menukar anaknya.

Meski sudah kembali dengan anak kandung masing-masing, hubungan antara ibu dan anak itu tak bisa dipisahkan. Bahkan saat dipisahkan, Jonait dan Riyan menangis karena tak mau dipisah dari orang tua yang selama ini merawatnya. (MK/Hidayatuna)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply