Menteri Teten Dorong Konglomerasi Koperasi Pondok Pesantren Terbentuk

 Menteri Teten Dorong Konglomerasi Koperasi Pondok Pesantren Terbentuk

Menteri Teten Masduki Terus Mendorong Agar Konglomerasi Koperasi Pondok Pesantren Bisa Segera Terbentuk di Pesantren

HIDAYATUNA.COM, Pasuruan – Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Sidogiri diharapkan bisa menjadi holding usaha bagi koperasi pondok pesantren (Kopontren) lainnya, agar bisa berkembang lebih cepat lagi. 

“Harus ada dan terbentuk konglomerasi Kopontren di Indonesia,” kata Menteri Koperasi dan UKM,  Teten Masduki dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 KSPPS BMT UGT Sidogiri, Pasuruan, Senin (24/2/2020).

Teten menilai saat ini peta persaingan di luar, khususnya dengan usaha besar, sudah sangat ketat.

“Saya rasa, BMT Sidogiri sudah siap dari sisi pengalaman, kemampuan manajerial, hingga modernisasi untuk naik kelas menjadi sebuah holding usaha bagi Kopotren lainnya,” ujarnya.

Tercatat, per Desember 2019, BMT Sidogiri mampu membukukan aset sebesar Rp 2,2 triliun dengan jumlah anggota lebih dari 800 ribu orang, tersebar di 10 provinsi dengan 221 cabang pembantu. Bahkan, BMT Sidogiri sudah menggunakan teknologi dalam melayani seluruh anggota.

Dengan menjadi holding usaha, BMT Sidogiri diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan koperasi menjadi satu kekuatan ekonomi yang besar. “Itu harus segera dilakukan. Kalau tidak, koperasi sebagai satu kekuatan ekonomi rakyat tidak akan pernah menjadi besar,” imbuh Teten.

Lebih lanjut, Teten mengatakan, selama ini ada potensi kekuatan ekonomi rakyat besar, tapi tidak ada kemampuan engineering mengeskalasi diri. “Hal seperti ini perlu kita desain secara matang. Kita akan diskusikan lagi lebih dalam dengan kalangan Kopontren di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, Teten meminta ada keinginan bersama dari kalangan Kopontren, kemudian memperkuat kelembagaannya. “Kelembagaannya harus kita perkuat untuk mengurus ekonomi umat, agar tidak jatuh lagi ke tangan rentenir,” katanya.

“Potensi umat itu sangat besar. Namun, belum semua kelembagaan koperasi mampu menjangkau itu secara menyeluruh. Padahal, yang dibutuhkan umat itu hanyalah pembiayaan yang mudah dan murah,” tandasnya.  (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply