Mengobati Virus Lisan dan Pikiran Menurut Buya Ar-Razi Hasyim

 Mengobati Virus Lisan dan Pikiran Menurut Buya Ar-Razi Hasyim

Polri dan Kominfo Diminta Lebih Tegas Tanggulangi Hoax (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Menurut Buya Ar-Razi Hasyim, di masa pandemi ini semakin banyak orang yang terkena virus. Bukan hanya virus yang menyerang imun, tetapi juga menyerang iman yakni virus lisan dan virus pikiran.

Buya Ar-Razi melanjutkan, Imam Muhammad bin Abu Bakar bin Abdul Qadir Syamsuddin Arrazy (wafat 660 H) mengajarkan kita hakikat diam. Bagaimana caranya diam? Diamnya orang yang tidak ahlinya ya tidak berkomentar.

Allah SWT. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS Al-Ahzab Ayat 70)

Di zaman serba modern ini orang-orang gampang berkomentar lewat sosial media. Ada satu Hadis meski derajatnya Hasan (di bawah sahih) tetapi bisa kita jadikan pelajaran.

البلاء موكل بالمنطق

Al-Bala-u Muwakkalun Bil-Mantiq

Artinya :

Bala bencana itu terwakilkan dengan ucapan kata-kata. Karena semua orang mengatakan: “Indonesia ini negara bobrok, Indonesia bobrok, bobrok”.

“Anak muda bahkan berani mengatakan itu akhirnya seperti itu. Itulah makna “Muwakkalun” (terwakilkan). Sehari kita ngomong begitu langsung diberkahi (diijabahi),” kata Buya Ar-Razi dalam kajiannya di kanal Youtube.

Ia juga menyebut contoh lain, sebagaimana kita sering mendengar kata-kata “Pemimpin kita zalim.”

“Ya, karakter pemimpin itu cuma ada dua, kalau tidak zalim, berarti adil. Akan tetapi bisa nggak kita ganti redaksinya, ganti lafaznya yang lebih halus. Misalnya, pemimpin kita belum sempurna keadilannya” atau pemimpin kita baru berusaha adil,” ujarnya.

Ia melanjutkan, lafaznya mesti dihaluskan, begitu juga ibu kalau marah ke anak. Buya Ar-Razi mengingatkan bahwa jangan sekali-kali menyakiti hati anak bahkan menjudge sebagai anak bodoh, dan lain-lain.

“Harusnya ngajarin anak itu pakai doa. Kalau berkata seperti itu ya tunggu saja nanti ucapan itu bisa terjadi. Kebanyakan dosa manusia itu ada di lisannya. Nah, kalau terlanjur demikian, coba bertobat dengan mengamalkan sedekah,” kata ustaz asal Sumatera Barat itu.

Buya Ar-Razi menambahkan doa yang dapat dipanjatkan orangtua ketika memarahi anaknya. Begini redaksi doa yang disebutkan Buya Ar-Razi: “Ya Allah ampuni lisanku yang berkata tak benar.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply