Masuk Zona Merah, MUI Dan Ormas Gresik Keluarkan Maklumat Bersama

 Masuk Zona Merah, MUI Dan Ormas Gresik Keluarkan Maklumat Bersama

HIDAYATUNA.COM, Gresik – Majelis Ulama Indonesia, atau MUI Gresik bersama tokoh agama setempat serta instansi lainnya mengeluarkan maklumat bersama terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut menyusul masuknya Gresik dalam Zona Merah penyebaran Covid-19. Diketahui Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 di Gresik per 30 Maret 2020 sebanyak 722 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 591 orang dinyatakan lepas dalam pengawasan. Adapun jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ada 29 orang. Empat diantaranya sudah sembuh, dan 23 orang masih dalam pengawasan medis serta 2 orang dinyatakan positif satu meninggal dunia.

Dikutip hidayatuna.com pada Selasa (31/3/20) maklumat bersama tersebut berisikan empat poin yang meliputi:

Pertama, mulai Jumat, 3 April 2020 salat Jumat diganti dengan salat Dhuhur di rumah (tempat masing-masing).

Kedua, salat Maktubah secara berjamaah baik di masjid maupun musala sementara diganti pelaksanaannya dengan sholat di rumah masing-masing.

Ketiga, berbagai kegiatan baik yang bersifat keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu) dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda.

Keempat, berkaitan dengan pelanggaran terhadap tiga poin di atas akan berkonsekuensi hukum dengan peraturan yang berlaku.

Adapun maklumat bersama itu ditandatangani Ketua PCNU Gresik KH. M. Khusnan Ali, Ketua PD Muhammadiyah Gresik KH. Taifiqulloh Ahmady, Ketua LDII Gresik KH. Abdul Muis, Ketua FKUB Gresik Drs. KH. Afif Ma’sum. Selanjutnya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, Zainal Abidin, Kapolres AKBP Kusworo Wibowo dan Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Budi Handoko. (AS/Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply