Majelis Ulama Aceh Tolak Penggunakan Logo Halal Baru

 Majelis Ulama Aceh Tolak Penggunakan Logo Halal Baru

Logo Halal Baru (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menolak penggunaan logo halal terbaru. Hal itu disampaikan Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali.

Dirinya menilai dalam sertifikasi halal di Aceh pihaknya memiliki kewenangan khusus dan tidak serta merta mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat RI.

Menurutnya MPU Aceh memiliki kewenangan sendiri untuk menetapkan kehalalan berdasarkan qanun Nomor 8 Tahun 2016 tentang jaminan produk halal.

“Misalnya kalau UMKM Aceh cukup dengan logo kita sendiri. Ada aturan yang membenarkan hal itu kita bisa membuat sertifikasi halal. Kita masih pakai logo halal sendiri,” kata Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (17/03/2022).

Oleh karena itu, logo halal terbaru yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tidak wajib bagi seluruh pengusaha kuliner, obat-obatan dan kosmetik yang memproduksi hasil usahanya dan mengedarkan usaha di provinsi yang juga dikenal sebagai Serambi Mekkah.

“Kalau kita di Aceh, karena ada qanun sendiri, kita ya jadi terserah kita di Aceh,” ucap Tgk Faisal.

Menurut Tgk Faisal, logo halal terbaru yang dikeluarkan BPJPH. merupakan amanat UU. Dia menambahkan jika ada produk luar Aceh yang sudah beredar menggunakan logo halal terbaru di Aceh, maka tidak masalah.

“Logo halal nasional kalau yang sudah beredar di Aceh ya tidak masalah,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply