Kyai Cholil: Petani Milenial Hidupkan Mental Santri

 Kyai Cholil: Petani Milenial Hidupkan Mental Santri

HIDAYATUNA.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan terobosan meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda. Sebanyak 15 ribu santri dari seluruh Indonesia melakukan dialog dan mendapatkan pelatihan agribisnis agar bisa menerapkan praktik usaha modern pertanian dari hulu ke hilir.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menilai program petani milenial yang berbasis di padepokan dan pesantren mampu menghidupkan mental santri dalam mengembangkan keterampilan.

“Terutama ilmu budidaya dan cocok tanam. Saya pikir program ini sangat bagus sekali karena mengarah kepada penguatan komunitas,” ujar Kyai Cholil, Selasa (10/10) malam.

Menurut dia, program petani milenial merupakan program tepat guna yang akan membawa bangsa ini lebih tahan terhadap gelombang ekonomi dan pangan dunia. Apalagi, Indonesia sejak dulu memiliki hamparan tanah yang luas dan dapat digunakan untuk bercocok tanam.

“Makanya saya berharap kepada Pak Mentan agar bisa melanjutkan dan menerjemahkan lebih dalam keinginan para kyai di sektor pertanian berbasis keumatan. Apalagi punya konses ke basis padepokan dan pesantren,” katanya.

Kyai Cholil mengatakan bahwa semua program tersebut tak lepas dari keberpihakan Menteri Andi Amran Sulaiman dalam memperhatikan perkembangan umat, terutama mereka yang sedang menuntut ilmu di pesantren.

“Saya kira hanya beliau yang memberikan santri sarana dan prasarana pertanian, kemudian mendorong pesantren agar memiliki kekuatan ekonomi. Nah, saya kira sesuai dengan harapan para kyai yang ingin meringankan beban negara dengan menciptakan mandiri pangan dan ekonomi,” katanya.

Kyai Cholil berharap, dengan berbagai bantuan ini para santri di seluruh Indonesia dapat memiliki keterampilan ilmu tani dan menjadi petani milenial yang bisa menerapkannya di tengah-tengah masyarakat.

“Sejak dulu tradisi santri itu nyantri kepada kyai, bertani dengan kyai belajar ilmu dengan kyai. Selanjutnya pulang membawa ilmu yang bisa diterapkan ke masyarakat. Tentu kita sama-sama harapakan agar pak menteri bisa melanjutkan tradisi ini 5 tahun ke depan,” tukasnya. (Sumber: republika.co.id)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply