Kurban Satu Sapi untuk 7 Orang

 Kurban Satu Sapi untuk 7 Orang

Meski sama-sama pemegang fikih yang ketat, kiai Wahab dan Kiai Bisri berbeda strategi dalam hal penerapannya. Kia Wahab cenderung bergaris lunak, sementara Kiai Bisri lebih condong bergaris keras. 

Suatu hari menjelang Idul Adha, seseorang bermaksud melaksanakan kurban dengan menyembelih seekor sapi. Namun sebelumnya dia dating menghadap Kiai Bisri dengan maksud untuk berkonsultasi. 

‘’ Apakah boleh berkurban seekor sapi untuk 8 orang ? sedang ketentuan fiqih, 1 sapi untuk 7 orang. Padahal jumlah keluarga saya ada delapan. Saya ingin di akhirat kelak satu keluarga datu kendaraan, agar tidak terpencar.’’

Mendengar pertanyaan tersebut Kiai Bisri menjawab , ‘’Tidak bias. Kurban sapi, kerbau atau unta hanya berlaku untuk 7 orang. ‘’

Kemudian orang itu menawar pada Kiai Bisri, ‘’Pak Kiai, apakah ada keringanan. Anak saya yang terakhir baru 3 bulan.’’

Dengan menjelaskan dasar hukumnya, Kiai Bisri tetap menjawab, tidak bias.

Merasa tidak puas, orang itu mengadukan persoalananya kepada Kiai Wahab. Mendengar persoalan yang diadukan orang itu, Kiai Wahab, dengan ringan menjawab, ‘’Bisa. Sapi itu bias digunakan untuk 8 orang. Cuma karena anakmu yang terakhir itu masih kecil, maka perlu ada tambahan,’’ mendengar jawaban Kiai Wahab orang itu tampak gembira.

‘’Agar anakmu yang masih kecil itu bias naik ke pungung sapi, harus pakai tangga. Sampean sediakan seekor kambing agar anak sampean bias naik ke pungung sapi.’’

‘’Kalau Cuma seekor kambing saya sanggup menambah. Dua ekor pun sanggup asal kita bias Bersama-sama, Kiai, ‘’ kata orang itu penuh gembira.

Akhirnya pada hari kurban, orang tersebut menyerahkan seekor sapi dan seekor kambing pada kiai Wahab. 

Sumber : buku Humor para kiai 

Redaksi

Terkait

Leave a Reply