Kriteria Kerabat yang Boleh Menerima Zakat

 Kriteria Kerabat yang Boleh Menerima Zakat

HIDAYATUNA.COM – Merujuk ibarat dalam Bughyatul Mustarsyidin karya  Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein disebutkan bahwa seseorang diperbolehkan memberikan zakatnya pada kerabatnya sendiri. Lantas sebenarnya bagaimanakah Kriteria Kerabat yang boleh menerima zakat ?

Jawab : Kerabat yang boleh menerima zakat adalah kerabat yang tidak wajib untuk dinafkahi. Sedangkan keluarga yang kewajiban nafkahnya masih menjadi tangguangan seseorang terseubt maka tidak boleh menerima zakat, kecuali atas nama sebagai mustahiq zakat yang lainnya, seperti ghorim (orang yang mempunyai hutang dan tidak mampu membayar hutangnya).

فتاوى الرملي – ( سُىِلَ ) مَا المُراد باِلقَرِيب الَّذي يُجزِئُ دَفعُ الزَّكاةِ إلَيه وَالقَريبُ الَّذي لاَ يَجْزئُ دَفعُها إلَيه وَإذا فَصَلتُمْ وَدَفَعَها لِقَريبٍ امتَنَعَ عَلَيه أخْذُها لكِنَّه اتَّصَفَ بِصِفَةٍ أُخْرى كَمَدْيونٍ وَعابِرِ سَبيلٍ يُجزِئُهُ أَو لاَ ؟ ( فأجاب ) بِأَنَّ القَريبَ الَّذي يَجوزُ لِقَريْبِهِ دَفْعُ زَگاتِه إلَيهِ هُو الَّذي لا تَلْزِمُهُ نَفَقتُه وَالقَريبُ الَّذي لاَ يَجوزُ لِقَريبِهِ دَفْعُ زَگاتِه إلَيه هُو الَّذي تَلزِمُهُ نَفَقتُه ويَجوزُ لَه الدَّفْعُ إلَيه مِن باقِي السَّهامِ إِذا كانَ مِن أهْلِها إلاَّ سَهْمَ الفُقَراءِ وَالْمَساكِيْنِ .

Artinya : Imam Ar-Ramli pernah ditanya tentang sebuah masalah. Apa yang dimaksud dengan kerabat yang boleh diberi zakat dan keluarga yang tidak boleh diberi zakat ? Karena apabila memberikan zakat pada kerabatnya sendiri maka tidak diperbolehkan. Akan tetapi bagaimana jika kerabat tersebut mempunyai sifat (masalah) yang lainya seperti ghorim (orang yang memiliki hutang) dan orang yang selalu bepergian. Apakah boleh memberikan zakat kepadanya ataukah tetap tidak diperbolehkan ?

Jawab : Sesungguhnya kerabat yang boleh menerima zakat adalah kerabat yang (tanggungan) nafkahnya tidak menjadi kewajibannya. Sedangkan kerabat yang tidak boleh menerim zakat adalah kerabat yang nafkahnya masih menjadi kewajibannya. Namun boleh memberikan zakat padanya jika dimaksudkan untuk golongan zakat yang lainnya, jika ia tergolong dari golongan penerima zakat tersebut (seperti ghorim misalnya), kecuali bagian orang fakir dan miskin.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply