Virus Corona di Iran Tewaskan Pemimpin Agama Iran

 Virus Corona di Iran Tewaskan Pemimpin Agama Iran

HIDAYATUNA.COM – Virus corona atau yang dikenal sebagai COVID-19 telah membunuh salah satu anggota dari Badan Ulama Muslim di Iran.

Pada hari Senin, kantor berita IRNA melaporkan bahwa Ayatollah Hashem Bathayi Golpayegani, yang berusia 78 tahun, meninggal dua hari setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan dirawat di rumah sakit.

Diketahui tugas Golpayegani sendiri adalah mewakili Teheran dalam Majelis Pakar, sebuah badan ulama Muslim yang beranggotakan 88 orang yang bertugas untuk menunjuk dan memantau pemimpin spiritual tertinggi Iran.

Di Iran, hingga saat ini virus corona telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, termasuk menteri kabinet, anggota parlemen, anggota Korps Pengawal Revolusi Islam, dan pejabat kementerian kesehatan.

Setidaknya 12 politisi dan pejabat Iran, baik yang menduduki jabatannya maupun mantan, kini telah meninggal, dan 13 lainnya sedang dalam karantina atau dirawat akibat virus tersebut.

Seperti yang diketahui, Iran telah berjuang mati-matian untuk melawan penyebaran virus corona yang sangat cepat, yang menurut angka resmi telah menginfeksi sekitar 14.000 warga Iran dan menewaskan 853 orang, yang 129 di antaranya adalah korban dalam 24 jam terakhir.

Jumlah kematian dan infeksi virus corona di Iran terus meningkat sejak dua kematian pertama yang diumumkan pada tanggal 19 Februari lalu.

Pada hari Minggu, seorang pejabat yang bertugas menanggapi virus corona di Iran, mengakui bahwa pandemi tersebut dapat membanjiri fasilitas kesehatan di negaranya, yang sedang berjuang melawan wabah terburuk di Timur Tengah dengan keadaan sedang berada di bawah sanksi berat Amerika Serikat (AS).

“Jika tren ini terus berlanjut, tidak akan ada ruang yang cukup,” kata Ali Reza Zali, seseorang yang memimpin kampanye melawan wabah virus corona, seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.

Iran diyakini memiliki sekitar 110.000 tempat tidur rumah sakit, termasuk 30.000 yang berada di ibukota, Teheran. Pihak berwenang telah berjanji untuk mendirikan klinik keliling sesuai dengan kebutuhan.

Zali juga mengakui bahwa ‘banyak dari mereka yang telah meninggal karena COVID-19 adalah orang-orang yang dinyatakan mempunyai fisik yang sehat’, suatu pengakuan langka oleh otoritas setempat bahwa virus itu tidak hanya memangsa orang sakit dan orang lanjut usia.

Angka-angka dari kementerian kesehatan menunjukkan bahwa meskipun 55 persen korban kematian akibat virus corona adalah orang yang berusia 60 tahun-an, sekitar 15 persen adalah orang yang berusia lebih muda dari 40 tahun. (Aljazeera.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply