Koloni Orang Nusantara di Mekkah Baru Terbentuk Abad 18 M

 Koloni Orang Nusantara di Mekkah Baru Terbentuk Abad 18 M


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sejak ratusan tahun silam, kota suci Mekkah sudah dihuni oleh koloni orang-orang dari Nusantara. Namun tahukan kalian, sejak kapan koloni orang-orang Nusantara terbentuk di tanah Arab?

Ahmad al-Siba’i (w. 1404 H/ 1984 M) dalam karyanya berjudul Tarikh Makkah (Sejarah Mekkah) menyinggung keberadaan koloni Nusantara (Jawi) yang berada di Tanah Suci.

“Dikatakan al-Siba’i, bahwa orang-orang “Bilad Jawi��� (Nusantara), membentuk koloni di Tanah Suci lebih belakangan daripada bangsa-bangsa lainnya. Baru sekitar akhir abad ke-18 M,” ungkap Dosen Magister UNUSIA Jakarta, Ahmad Ginanjar Sya’ban dalam sebuah kolomnya dikutip Jumat (12/6/2020).

Hal ini lanjut Ginanjar, dikarenakan beberapa hal, seperti kondisi “bilad” tersebut yang berada dalam kontrol penjajah Eropa. Faktor jarak yang sangat jauh juga menjadi salah satu penyebab lainnya, selain masih minimnya ketersediaan sarana transportasi yang menghubungkan negeri-negeri Nusantara dengan Tanah Suci.

“Namun, setelah adanya kapal uap, volume orang-orang Nusantara yang pergi ke Tanah Suci menjadi melonjak, terlebih lagi setelah dibukanya Terusan Suez di Mesir yang menghubungkan Laut Mediterrania dengan Laut Merah pada tahun 1863 M,” sambungnya.

Sejak masa itu, koloni dari Nusantara (dan juga India) segera memenuhi distrik-distrik Makkah, dan jumlah mereka segera menyalip jumlah koloni bangsa-bangsa lainnya yang berada di Tanah Suci.

“Di antara “buyut al-jawiyyin” (puak koloni Nusantara) yang terkenal di Tanah Suci adalah puak al-Batawi (Betawi), al-Jawi al-Mriki (Jawa), al-Mankabawi (Minang), al-Asyi (Aceh), al-Fathani (Pattani), al-Sambasi (Sambas), al-Sumbawi (Sumbawa), al-Funthiyani (Pontianak), al-Buqisi (Bugis), dan lain-lain,” jelasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply