Kisah Muslim India Diserang di Tengah Pandemi Corona

 Kisah Muslim India Diserang di Tengah Pandemi Corona


HIDAYATUNA.COM, New Delhi – Baru-baru ini kembali warga muslim India mendapat serangan dari kelompok lain di tengah wabah virus corona. Alasan penyerangan ini karena salah seorang muslim di distrik Jind dituding berkhianat dan menghalang halangi pemerintah dalam melawan covid-19.

Dikutip dari Republika, Senin, 13 April 2020, seorang muslim bernama Sadiq Khan sedang duduk di luar rumahnya mendapat serangan dari belasan tetangga Hindu dengan senjata tajam.

Ia mengaku diserang karena dituding tidak mentaati seruan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mematikan lampu listrik sebagai simbol solidaritas dalam perang negara melawan corona.

Sebenarnya keluarga Khan yang berada di distrik Jind, di negara bagian Haryana utara mengaku ia dan saudara muslim lainnya di tempat itu  antusias mengikuti pemadaman listrik dan ikut menyalakan lilin serta lampu mobil.

Tetapi satu bola lampu listrik di rumah mereka membuat tetangga-tetangga Hindunya kesal. Mereka lantas mengeluarkan penghinaan agama dan menyebut mereka sebagai pengkhianat, diikuti serangan bersenjata dengan kapak, pentungan, dan senjata lainnya.

“Kami sebelumnya hidup damai bersama tapi sekarang mereka menyebut kami pengkhianat. Bukankah kita memiliki kebebasan yang sama dengan orang lain (Hindu) untuk memilih cara kita hidup di negara ini. Bagaimana kami berbeda?” kata pria yang bekerja sebagai petani ini.

Polisi menyebut empat anggota keluarga Khan terluka dalam serangan itu. Pihak keamanan juga menangkap enam orang atas serangan itu.

Kekerasan itu tidak dilakukan tanpa sebab. Kejadian ini adalah bagian dari serangkaian serangan yang dipicu oleh pandemi corona di tengah tuduhan Muslim India berencana melawan negara. Korban meninggal di India naik menjadi 273 dan kasus positif menjadi 8.447 pada Ahad (12/4) kemarin.

Sebagai informasi, Perdana Menteri India Narendra Modi meminta warga mematikan listrik dan menyalakan lilin atau lampu senter ponsel selama sembilan menit pada pukul 21.00 pada 5 April lalu. Ini dilakukan untuk menghilangkan kegelapan yang disebarkan oleh wabah tersebut.

India hingga saat ini masih berada di bawah aturan karantina wilayah tiga pekan untuk memerangi penyakit menular yang telah menyebar di seluruh dunia.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply