Kisah Inspirasi Seniman Tato Menjadi Imam Masjid di Jepang

 Kisah Inspirasi Seniman Tato Menjadi Imam Masjid di Jepang

Kisah Inspirasi Seniman Tato Menjadi Imam Masjid di Jepang. Sebelum Menjadi Imam Masjid Siapa Sangka Dirinya Dulu Seorang Tukang Tato

HIDAYATUNA.COM – Syeikh Abdullah Taqy Takazawa merupakan seorang imam besar disalah satu masjid di Tokyo, Jepang. Siapa yang menyangka bahwa Imam besar Jepang ini adalah seorang mualaf yang dulunya berprofesi sebagai tukang tato, bahkan tubuhnya juga penuh dengan tato. Dulunya, ia suka menggunakan baju lengan pendek yang memperlihatkan tatonya, tak lupa juga rambut gondrongnya yang melengkapi penampilannya.

Banyak info yang menyatakan bahwa Takazawa dulunya adalah anggota Yakuza, namun kabar ini ditampik oleh Takazawa sendiri. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menjadi anggota Yakuza ataupun menjadi gangster, ia hanyalah seniman tato yang memang memiliki pelanggan sebagian besar para Yakuza (mafia Jepang).

Perjalanannya menemukan Islam adalah moment yang tidak dapat dilupakannya hingga saat ini. Saat itu tahun 2006 dan ia sedang berada di Shibuya (salah satu distrik di Tokyo, Jepang). Saat di Shibuya, ia bertemu dengan orang berjanggut dan berkulit putih yang memberinya selembar kertas, dan kemudian memintanya untuk membaca isi kertas tersebut.

Saat membaca isi kertas tersebut yang ternyata adalah dua kalimat syahadat, ia menjadi tertarik. Takazawa mengaku jika selama ini ia memang telah banyak mempelajari berbagai agama, dan ia sudah pernah mendengar nama Allah dan Muhammad. Namun penjelasan yang ia dapatkan terkait kalimat syahadat oleh orang yang ia temui di Shibuya membuatnya tertarik dengan Islam.

Orang tersebut ternyata adalah seorang Imam dari Turki. Pertemuannya dengan dengan Imam Turki bernama Syeikh Naimatullah saat itu, menurutnya telah mengubah 100% kehidupannya menjadi seorang muslim. Pertemuan dengan orang serba putih yang ia temui di Shibuya dan makna tentang isi kertas yang ia terima membuatnya terus mencari tahu apa makna dari dua kalimat tersebut. Hingga akhirnya, dalam pencariannya, ia pun menemukan Islam dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Saat ibu Takazawa mengetahui keputusannya yang untuk menjadi mualaf, ia berkata pada putranya tersebut “Kamu sudah besar kamu tahu apa yang terbaik bagi dirimu, jaga dirimu baik-baik” kata ibunya tidak terkejut setelah Takazawa menjadi Islam. Ibunya hanya berpesan agar menjadi manusia yang terbaik yang sayang perdamaian, mencintai sesama, berbuat kebaikan selalu dimanapun dan kepada siapapun.

Tahun 2008, Takazawa memutuskan untuk menunaikan ibadah Haji setelah dua tahun mendalami Islam. Ia berangkat ke Makkah atas undangan kerajaan Arab Saudi yang memang setiap tahunnya memberikan undangan untuk Ibadah Haji kepada orang-orang terpilih dari seluruh dunia untuk beribadah di kiblat umat Islam tersebut.

Setelah menunaikan ibadah Haji, Takazawa tak serta merta langsung kembali ke Jepang, yang sempat menetap beberapa lama di Arab untuk mendalami Islam dan ilmu-ilmu lainnya.

Takazawa kemudian mengganti namanya dengan menambahkan nama Abdullah di depan namanya. Namanya kemudian berubah menjadi Abdullah Taqy Takazawa. Takazawa mengaku bangga dengan penambahan namanya yang membuat identitas keislamannya semakin kuat dalam dirinya. Takazawa menambah nama Abdullah di namanya yang memiliki arti “Hamba Allah”.

Sepulangnya dari Tanah Suci Makkah, Takazawa mendapatkan penghargaan berupa kepercayaan masyarakat unyuk menjadi Imam di salah satu masjid besar di wilayah Kabukicho, Tokyo. Imam Abdullah Taqy Takazawa semakin rajin menjalankan ibadah, waktu demi waktu. Ia juga ikut berpuasa satu bulan penuh pada saat Ramadhan tiba dan ia juga melaksanakan puasa sunnah senin dan kamis.

Subhanallah, sungguh hidayah yang didapat sangat indah. Semoga perjalanan Taqy dapat menginspirasi banyak orang muslim di luar sana.  

Redaksi

Terkait

Leave a Reply